Festival Pacu Jalur Tradisional Kuansing ini dibuka langsung oleh Gubernur Riau, F. Hariyanto, yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyaksikan kemeriahan salah satu tradisi budaya kebanggaan masyarakat Kuansing.
Dalam momentum tersebut, masyarakat Nias Kuansing menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dengan ikut meramaikan rangkaian kegiatan festival. Kehadiran mereka juga menjadi bukti bahwa keberagaman suku dan budaya di Kuantan Singingi dapat berjalan berdampingan serta saling mendukung.
Perkumpulan Masyarakat Nias Kuansing berharap keikutsertaan ini tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan Pacu Jalur, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tali persaudaraan antara masyarakat Nias dengan seluruh masyarakat Kuantan Singingi.
Pacu Jalur sendiri bukan hanya sebuah perlombaan tradisional, tetapi telah menjadi simbol kebanggaan budaya masyarakat Kuansing yang mampu menyatukan berbagai suku, agama, dan latar belakang dalam semangat kebersamaan.
“Mari kita jaga kekompakan, lestarikan budaya, dan bersama-sama mendukung kemajuan Kabupaten Kuantan Singingi,” menjadi semangat yang dibawa masyarakat Nias Kuansing dalam keikutsertaannya memeriahkan festival tersebut.
Dengan semangat kebersamaan dan keberagaman, Festival Pacu Jalur Tradisional Kuansing diharapkan semakin dikenal luas dan mampu menjadi daya tarik wisata budaya Riau sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
(Rosa)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









