
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, korban diduga hanyut terseret arus Sungai Batang Tiku saat air meluap akibat curah hujan yang sangat tinggi, yang terjadi pada hari Senin lalu. Kuat dugaan, korban terjatuh atau terhanyut saat melintas di sekitar aliran sungai yang airnya sedang meluap deras.
Dari keterangan keluarga korban yang enggan menyebutkan identitasnya, diperoleh informasi bahwa korban bernama Tando, berusia sekitar 65 tahun, berdomisili di Korong Batu Caluang, Kenagarian Amal Selatan.
Di lokasi penemuan jenazah hadir Alkadri, SE.MM (Camat IV Koto Aua Malintang), yang didampingi oleh Plt Walinagari Balai Baiak Malai III Koto, Lukman, A.Md. Beliau menyampaikan:
"Kami dari pihak Pemerintah Kecamatan dan Nagari Balai Baiak Malai III Koto turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga korban. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan."
Sebelum jenazah dipulangkan ke rumah duka, Kapolsek IV Koto Aua Malintang beserta Babinsa dan jajaran kepolisian yang hadir di lokasi melakukan pendataan serta meminta keterangan dan kelengkapan identitas korban kepada keluarga yang hadir di lokasi penemuan.
PERINGATAN: MUSIBAH INI MENEGASKAN BAHAYA SUNGAI BATANG TIKU
Peristiwa tragis ini semakin memperkuat kekhawatiran warga yang telah disampaikan sebelumnya — bahwa Sungai Batang Tiku sangat berbahaya jika dibiarkan tanpa penanganan serius. Curah hujan yang tinggi saja langsung membuat air meluap dan menelan korban jiwa. Ini bukan sekadar kerusakan sawah lagi, melainkan sudah merenggut nyawa warga.
Warga kembali menegaskan: Normalisasi Sungai Batang Tiku sudah sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi. Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melalui Dinas PUPR serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi diharapkan segera turun dan menanganinya. Jangan sampai nyawa warga menjadi pengingat baru bagi pihak berwenang untuk bekerja.
(Jamal)







