Bersama rekan satu timnya, Maria memilih melebur seutuhnya dengan kehidupan masyarakat, menjadi garda depan perjuangan melawan musuh tak terlihat yang mengancam masa depan generasi desa: stunting.
Langkah penuh energi para mahasiswa KKN ini berjalan seirama dengan perjuangan sunyi Yeti Da Rato, Kader Pembangunan Manusia Desa Hebing. Setiap hari, mereka terlibat langsung di pos kesehatan: menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, mencatat grafik tumbuh kembang, hingga menyebarluaskan edukasi pentingnya memanfaatkan pangan lokal yang kaya gizi.
Menurut Maria, stunting adalah masalah bersama yang menyangkut masa depan anak dan masa depan bangsa. Oleh sebab itu, pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan dengan pemenuhan gizi yang seimbang.
"Setelah lahir, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI yang bergizi lengkap, serta pemenuhan imunisasi secara lengkap dan rutin memantau pertumbuhan anak melalui Posyandu," ujar Maria.
Ia juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan mulai membiasakan pola hidup sehat.
"Kami berharap seluruh warga Desa Hebing semakin sadar bahwa mencegah stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang dari hasil bumi sendiri, menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin memeriksakan tumbuh kembang anak ke Posyandu. Perubahan kecil ini akan membawa dampak besar bagi masa depan anak-anak kita," harap Maria.
Sebagai persiapan menuju forum pengambil kebijakan, Maria, Yeti Da Rato, dan para kader kesehatan memperbarui data pemetaan sosial dengan mendatangi rumah warga. Dari hasil pemetaan riil tersebut, ditemukan beberapa akar masalah utama yang menjadi pemicu stunting di Desa Hebing.
Masih ditemukan balita kekurangan gizi serta ibu hamil yang menderita Kurang Energi Kronis, kondisi yang sangat rentan melahirkan bayi stunting. Rendahnya kesadaran sebagian warga untuk memeriksakan anak ke Posyandu secara rutin, serta adanya kebiasaan persalinan di luar fasilitas kesehatan resmi. Sejumlah rumah tangga belum memiliki akses air minum layak, sanitasi bersih, dan belum terlindungi Jaminan Kesehatan Nasional.
"Kondisi riil dan data faktual inilah yang menjadi dasar bagi kita untuki merumuskan langkah penanganan yang tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan," tegas Yeti Da Rato.
Berlandaskan data objektif tersebut, Pemerintah Desa Hebing menyelenggarakan Rembuk Stunting pada Senin, 3 Agustus 2026. Forum strategis ini dihadiri oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan mahasiswa KKN untuk menyatukan pemahaman serta menyepakati komitmen program dan anggaran desa.
Memasuki sesi diskusi terfokus, peserta dibagi ke dalam kelompok kerja sesuai paket layanan konvergensi stunting guna merumuskan solusi intervensi yang tepat sasaran.
Terkait kesehatan ibu dan anak, disepakati penguatan pemantauan kehamilan, pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri dan ibu hamil, serta edukasi wajib bersalin di fasilitas kesehatan.
Dalam bidang gizi, disepakati pendampingan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, edukasi pembuatan makanan pendamping ASI berbasis pangan lokal, serta optimalisasi kegiatan Posyandu setiap bulan.
Untuk air bersih dan sanitasi, diusulkan perbaikan sarana air bersih desa serta edukasi pola hidup bersih dan sehat. Terkait perlindungan sosial, disepakati pendataan warga yang belum memiliki jaminan kesehatan dan pengusulan agar terdaftar dalam Jaminan Kesehatan Nasional.
Rembuk Stunting di aula desa ini jauh dari sekadar seremonial. Ruangan itu menjadi tempat penyatuan pandangan dan penyepakatan program prioritas yang akan dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa tahun berikutnya.
Kegiatan bersejarah ini ditutup dengan penandatanganan Berita Acara dan Komitmen Bersama. Dokumen ini menjadi bukti tertulis bahwa seluruh unsur, dari pemerintah desa, Kader Pembangunan Manusia, hingga mahasiswa, bersatu padu dan bersinergi penuh.
Satu tekad yang disepakati bersama: membebaskan generasi masa depan Desa Hebing dari belenggu stunting demi masa depan yang lebih cerah.
(Silvester Moan Nurak)







