NIAS BARAT – Ketika sejumlah tim telah terhenti di tengah ketatnya persaingan Open Turnamen PSSI Kota Gunungsitoli Tahun 2026, satu panji kebanggaan masih berkibar asal Kabupaten Nias Barat. Panji itu bernama Talifuso FC, tim asal Desa Lasarabagawu, Kecamatan Mandrehe Barat, yang berhasil melangkah hingga babak semifinal.
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, Talifuso FC tercatat sebagai satu-satunya tim asal Kabupaten Nias Barat yang masih bertahan dan maju ke babak semifinal, dalam perebutan gelar pada salah satu ajang sepak bola paling bergengsi di Kota Gunungsitoli. Keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian bagi tim, tetapi juga menghadirkan kebanggaan dan harapan bagi masyarakat Mandrehe Barat serta seluruh Kabupaten Nias Barat.
Perjalanan Talifuso FC kini telah melampaui makna sebuah kompetisi olahraga. Setiap langkah para pemain di atas lapangan bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan atau mengangkat trofi, tetapi juga membawa semangat persatuan, harapan masyarakat, serta nama besar Kabupaten Nias Barat di hadapan publik sepak bola Kepulauan Nias.
Sebagai satu-satunya tim dari Nias Barat yang tersisa, Talifuso FC terus menjaga peluang untuk mengukir prestasi di ajang tersebut. Setiap hasil yang diraih menjadi bagian dari perjuangan bersama dan mencerminkan potensi sepak bola daerah yang layak diperhitungkan.
Talifuso FC merupakan tim kebanggaan masyarakat Desa Lasarabagawu, Kecamatan Mandrehe Barat. Dukungan terhadap tim ini pun terus mengalir dari berbagai kalangan, tidak hanya dari masyarakat setempat, tetapi juga dari masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Nias Barat.
Seluruh pertandingan Open Turnamen PSSI Kota Gunungsitoli Tahun 2026 digelar di Lapangan Pelita, Kota Gunungsitoli. Memasuki fase-fase penentuan, persaingan semakin ketat karena setiap tim berjuang menampilkan kemampuan terbaik untuk merebut tiket menuju partai puncak.
Dengan latihan yang disiplin, kekompakan antarpemain, strategi yang matang, serta semangat juang yang tinggi, Talifuso FC mampu menghadapi berbagai lawan tangguh secara sportif. Keberhasilan menembus babak semifinal menjadi bukti bahwa kerja keras, dedikasi, dan kebersamaan dapat membawa sebuah tim dari desa tampil sejajar dengan tim-tim terbaik di Kepulauan Nias.
Praktisi hukum sekaligus pemerhati olahraga Talifuso, Afolo Gulö, S.H., CPP, menilai perjalanan Talifuso FC telah menjadi simbol kebanggaan dan persatuan masyarakat Nias Barat.
“Hari ini Talifuso FC tidak lagi bermain hanya untuk sebuah desa atau sebuah kecamatan. Mereka sedang membawa nama besar Kabupaten Nias Barat di hadapan publik sepak bola Kepulauan Nias. Menjadi satu-satunya wakil yang masih bertahan adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.”
Afolo Gulö yang akrab disapa Afg mengajak seluruh masyarakat Nias Barat untuk bersatu memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada para pemain tanpa memandang perbedaan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada para pemain. Ketika mereka melangkah ke lapangan, sesungguhnya yang mereka perjuangkan adalah harga diri daerah yang kita cintai. Apa pun hasil akhirnya nanti, mereka telah membuktikan bahwa putra-putra Nias Barat mampu bersaing secara terhormat melalui kerja keras, disiplin, dan sportivitas,” tegas Afolo Gulö.
Kepada awak media, Afg menambahkan bahwa perjuangan Talifuso FC telah menyampaikan pesan penting bahwa potensi sepak bola di Kabupaten Nias Barat memiliki kualitas dan layak mendapat perhatian. Menurutnya, keberhasilan tim melangkah hingga semifinal merupakan buah dari kerja keras para pemain, pelatih, manajemen, serta dukungan masyarakat yang terus mengalir.
Atmosfer dukungan masyarakat diyakini akan menjadi kekuatan moral bagi Talifuso FC dalam menghadapi pertandingan berikutnya. Di tengah tekanan dan ketatnya persaingan, semangat kebersamaan menjadi modal penting untuk terus melangkah serta mengharumkan nama Kecamatan Mandrehe Barat dan Kabupaten Nias Barat.
Sepak bola selalu menghadirkan dua kemungkinan, menang atau kalah. Namun, sejarah akan selalu mencatat mereka yang berani berjuang hingga peluit terakhir berbunyi. Talifuso FC telah membuktikan bahwa sebuah tim dari Desa Lasarabagawu mampu membawa nama Kecamatan Mandrehe Barat dan Kabupaten Nias Barat berdiri tegak di panggung kompetisi.
Kini, harapan itu masih menyala. Setiap sorak dari tribun, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap langkah para pemain menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar daripada sekadar mengejar trofi.
(Utema Gulo)








