• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Yarman Zebua Tegaskan Tak Pernah Jual Pasir Laut ke Proyek Revitalisasi SMA Unggulan Sukma Nias

    Metronewstv.co.id
    Thursday, August 6, 2026, 20:37 WIB Last Updated 2026-08-06T13:37:36Z

    GUNUNGSITOLI – Pemilik tangkahan pasir di wilayah Idanoi, Kota Gunungsitoli, Yarman Zebua alias Ama Robin atau yang akrab disapa Luken, membantah tegas isu yang beredar di sejumlah media daring terkait dugaan penjualan pasir laut untuk kebutuhan proyek Revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias.


    Menurut Luken, informasi yang menyebut dirinya memasok pasir laut kepada pelaksana proyek tersebut tidak benar dan berpotensi menyesatkan opini publik.


    "Saya tegaskan, saya tidak pernah menjual pasir laut kepada Pak Eko selaku perwakilan PT Rajasa Karya, pelaksana proyek Revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias," ujar Luken kepada sejumlah awak media, Selasa (5/8/2026).


    Ia menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu memang sempat menerima kunjungan dari perwakilan pelaksana proyek. Namun, pembahasan saat itu hanya sebatas material pasir sungai yang berasal dari Sungai Idanoi beserta kualitasnya, bukan pasir laut.


    "Selama ini material yang kami sediakan adalah pasir sungai Idanoi. Tidak pernah ada transaksi pasir laut dengan pihak pelaksana proyek revitalisasi SMA Sukma Nias," tegasnya.


    Menanggapi beredarnya foto yang diklaim sebagai pasir laut, Luken mengaku tidak mengetahui asal-usul maupun lokasi pengambilan gambar tersebut.


    "Saya tidak tahu foto itu diambil di mana. Saat itu saya sedang berada di belakang rumah. Bisa saja foto itu diambil tanpa sepengetahuan saya, sehingga saya tidak bisa memastikan kebenarannya," katanya.


    Luken mengaku keberatan atas pemberitaan yang mengaitkan usahanya dengan dugaan penggunaan pasir laut. Menurutnya, kendaraan dump truck maupun mobil bak terbuka yang keluar masuk dari tangkahan miliknya selama ini mengangkut pasir sungai Idanoi yang dipasok untuk berbagai kebutuhan proyek maupun pembangunan rumah warga.


    Ia menilai informasi yang menyebut dirinya menjual pasir laut merupakan opini yang tidak didukung fakta.


    "Usaha ini adalah sumber penghidupan keluarga kami. Karena itu saya berharap masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari mengedepankan fakta dan melakukan klarifikasi sebelum menyimpulkan sesuatu," ujarnya.


    Untuk memperkuat keterangannya, Luken juga menunjukkan langsung lokasi pengambilan material yang berada di aliran Sungai Idanoi sebagai sumber pasir yang selama ini dipasarkannya.


    Sementara itu, secara terpisah, pemerhati pendidikan sekaligus aktivis antikorupsi Kepulauan Nias, Setiaman Lase, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan proyek Revitalisasi SMA Negeri Unggulan Sukma Nias agar berjalan sesuai perencanaan, transparan, dan tepat waktu.


    Menurutnya, proyek yang berlokasi di Jalan Nias Tengah Km 7,5, Gunungsitoli Selatan tersebut merupakan investasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan Nias. Pembangunan itu didanai melalui APBD Provinsi Sumatera Utara dengan nilai sekitar Rp87 miliar dan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur M. Bobby Afif Nasution.


    "Revitalisasi SMA Unggulan Sukma Nias merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi muda Kepulauan Nias yang unggul, cerdas, dan mampu bersaing. Karena itu, mari kita kawal bersama agar pembangunan berjalan sesuai aturan, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi dunia pendidikan," kata Setiaman.


    Ia menambahkan, proyek tersebut dikerjakan oleh PT Rajasa Karya sebagai pemenang tender sejak April 2026 dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.


    Apabila selesai sesuai jadwal, sekolah tersebut akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, seperti ruang kelas representatif, laboratorium, asrama putra dan putri, lapangan olahraga, serta sarana penunjang lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses belajar mengajar bagi para siswa di Kepulauan Nias.


    (Tim)

    Komentar

    Tampilkan