• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    BBM Langka, Pmpinan Depot Pertamina Sulit di Temui Untuk di Mintai Kejelasan Terkait Kelangkaan Yang di Keluhkan Masyarakat

    Friday, September 25, 2026, 13:50 WIB Last Updated 2026-09-25T06:50:41Z

    SINTANG — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sintang membuat masyarakat pengguna kendaraan bermotor mulai resah. Sepeda motor maupun mobil harus mengantre panjang ketika pasokan BBM kembali Jumat,(25/9)


    Kondisi tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat Kabupaten Sintang, tetapi juga pengendara dari luar daerah yang datang ke Sintang untuk berbagai keperluan.


    Seorang pengendara mobil asal Pontianak mengaku kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite saat berada di Sintang.


    “Mau mengisi BBM jenis Pertalite saja susah. Begitu BBM datang, antreannya panjang. Bahkan di beberapa SPBU BBM sempat kosong,” ujarnya.


    Menurut dia, kondisi semakin membuat masyarakat resah karena BBM jenis Pertamax disebut dijual oleh pengecer di pinggir jalan dengan harga mencapai Rp20 ribu per liter.


    “Pertalite susah didapat, sementara Pertamax ada yang dijual pengecer dengan harga sampai Rp20 ribu per liter. Masyarakat tentu bertanya-tanya sebenarnya bagaimana kondisi distribusi BBM di Sintang,” katanya.


    Pimpinan Depot Sulit Ditemui


    Di tengah keresahan masyarakat tersebut, wartawan mencoba meminta penjelasan langsung dari pihak Depot Pertamina Sintang terkait kondisi pasokan dan distribusi BBM.


    Pada Rabu (23/9/2026), tim wartawan mendatangi kantor Depot Pertamina Sintang untuk menemui Kepala Depot, Rizki. Namun, melalui petugas keamanan, wartawan mendapat informasi bahwa pertemuan baru dapat dilakukan keesokan harinya.


    Tim wartawan kemudian kembali datang sesuai waktu yang dijanjikan.


    Namun, jawaban berbeda disampaikan petugas keamanan. Kepala Depot Pertamina Sintang, Rizki, disebut tidak berada di tempat karena sedang dalam perjalanan menuju Pontianak.


    Situasi tersebut menimbulkan tanda tanya, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan ketersediaan BBM dan antrean panjang di sejumlah SPBU.


    Ketiadaan pimpinan depot saat wartawan hendak meminta klarifikasi juga disayangkan, mengingat masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai kondisi stok, distribusi, serta penyebab terjadinya kekosongan BBM.


    Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan langsung dari Kepala Depot Pertamina Sintang, Rizki, mengenai kondisi pasokan BBM di wilayah Sintang, termasuk penyebab terjadinya kekosongan di sejumlah SPBU dan langkah yang dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.


    Pertamina diharapkan memberikan penjelasan terbuka kepada publik agar keresahan masyarakat tidak berkembang menjadi spekulasi. Pasalnya, BBM merupakan kebutuhan penting bagi aktivitas masyarakat, sementara antrean panjang dan kekosongan di SPBU berpotensi mengganggu mobilitas warga serta aktivitas ekonomi di Kabupaten Sintang.


    (DEDE BLACK)

    Komentar

    Tampilkan