• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Selenggarakan Pelatihan Manajemen Dayah

    Tuesday, September 1, 2026, 21:31 WIB Last Updated 2026-09-01T14:31:42Z

    BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah (DPD) menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Dayah Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pimpinan serta pengelola dayah dalam tata kelola kelembagaan.

    Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta yang terdiri atas pimpinan, pengelola, dan unsur manajemen dayah dari berbagai dayah dalam wilayah Kabupaten Bireuen.


    Pelatihan dibuka oleh Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, ST, yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M., di Aula Dinas Syariat Islam (Gedung LPTQ) Bireuen, Rabu.

    Dalam sambutan tertulis Bupati Bireuen yang dibacakan Mulyadi, disebutkan bahwa pelatihan manajemen dayah merupakan langkah strategis dan konkret untuk memperluas penerapan transformasi digital secara merata di lingkungan dayah.


    “Ini adalah ikhtiar nyata agar semangat digitalisasi tidak hanya berhenti di tingkat dinas, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung di setiap dayah yang ada di Kabupaten Bireuen,” ujar Mulyadi.


    Menurutnya, melalui pelatihan digitalisasi manajemen tersebut, para pengurus dayah diharapkan memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola administrasi dayah berbasis elektronik.


    “Kita ingin manajemen dayah ke depan berjalan lebih efisien, transparan, cepat, dan akuntabel,” harapnya.


    Mulyadi menambahkan, keandalan data digital dari masing-masing dayah juga memiliki peran penting bagi Pemerintah Kabupaten Bireuen. Dengan terintegrasinya sistem basis data dayah di seluruh wilayah kabupaten, pemerintah daerah akan lebih mudah merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.


    Hal tersebut, kata dia, mencakup penyaluran bantuan sarana dan prasarana, pemberian beasiswa bagi santri miskin berprestasi, penyaluran insentif guru, hingga proses penentuan tipe akreditasi dayah oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA).


    “Seluruh proses tersebut diharapkan dapat berjalan dengan tingkat akurasi yang tinggi dan berkeadilan karena didasarkan pada data riil yang valid atau evidence-based policy,” jelasnya.


    Mulyadi juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian pelatihan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab.


    “Manfaatkan kesempatan yang berharga ini untuk berdiskusi, belajar, dan mempraktikkan secara langsung ilmu-ilmu digitalisasi manajemen yang diajarkan oleh para instruktur,” pesannya.


    Tingkatkan Kapasitas Pengelola Dayah

    Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Asri, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan pimpinan serta pengelola dayah dalam menerapkan manajemen secara efektif, profesional, transparan, dan akuntabel.


    Menurut Asri, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, di antaranya meningkatkan kemampuan pimpinan dan pengelola dayah dalam tata kelola kelembagaan, meningkatkan pemahaman mengenai manajemen pendidikan dayah, serta memperkuat kemampuan dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program dayah.


    Selain itu, pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan ketertiban administrasi dan pengelolaan kelembagaan dayah.

    “Dan mendorong terciptanya tata kelola dayah yang profesional, mandiri, dan berkualitas,” ujar Asri.


    Asri menyebutkan, Pelatihan Manajemen Dayah Tahun 2026 diikuti sebanyak 20 peserta yang berasal dari unsur pengelola dan pengurus dayah dalam wilayah Kabupaten Bireuen.


    Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang manajemen.


    Narasumber pertama, Irfan, S.P., M.Pd., menyampaikan materi tentang Pengelolaan Koleksi Perpustakaan dengan INLISLite.

    Sementara narasumber kedua, Anwar, S.Ag., M.A.P., menyampaikan materi Manajemen dan Tata Kelola Dayah: Perencanaan dan Pengembangan Kelembagaan Dayah.


    Pelaksanaan pelatihan menggunakan sejumlah metode pembelajaran, antara lain penyampaian materi dan presentasi, diskusi dan tanya jawab, studi kasus, praktik atau latihan, serta evaluasi hasil pelatihan.


    Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam mengelola dayah, baik dari aspek kelembagaan, administrasi, sumber daya manusia, keuangan, maupun proses pendidikan.


    “Dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan dayah masing-masing, sehingga terwujud dayah yang lebih tertib, profesional, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” pungkas Anwar.

    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan