• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Kembali Digelar, Dinas Pendidikan Dayah Bireuen Seleksi Beasiswa Hafiz Al-Qur’an, Diikuti 458 Santri

    Tuesday, September 1, 2026, 21:30 WIB Last Updated 2026-09-01T14:30:33Z

    BIREUEN – Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung lahirnya generasi Qur’ani. Hal tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Seleksi Beasiswa Thalabah Hafiz Al-Qur’an Tahun 2026, yang diikuti sebanyak 458 santri (thalabah) se-Kabupaten Bireuen.


    Kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Bireuen yang diwakili Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Bireuen, Zamzami, S.Pd., M.Pd., pada Selasa, 1 September 2026, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Desa Cot Gapu, Bireuen.


    Seleksi berlangsung selama empat hari, mulai 1 hingga 4 September 2026, dengan melibatkan para santriwan dan santriwati dari berbagai dayah yang berada di Kabupaten Bireuen maupun di luar daerah.


    Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, para pimpinan dan pengurus dayah se-Kabupaten Bireuen, Dewan Hakim, panitia pelaksana, serta seluruh peserta seleksi.


    Program beasiswa tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah untuk memberikan apresiasi, motivasi, sekaligus dukungan biaya pendidikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an asal Kabupaten Bireuen.


    Dalam laporan panitia, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, Anwar, S.Ag., M.A.P., menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pendidikan keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an


    Menurutnya, kemampuan menghafal Al-Qur’an bukan sekadar pencapaian dalam mengingat ayat demi ayat, tetapi merupakan amanah besar untuk menjaga, memahami, mengamalkan, dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.


    “Menghafal Al-Qur’an adalah sebuah prestasi, tetapi menjaga hafalan dan mengamalkannya adalah kemuliaan. Sebab, generasi terbaik bukan hanya mereka yang mampu menghafal ayat-ayat Allah, tetapi mereka yang mampu menghadirkan cahaya Al-Qur’an dalam akhlak dan kehidupannya.”


    Seleksi Berdasarkan Tingkatan Hafalan

    Para peserta mengikuti seleksi berdasarkan kategori hafalan Al-Qur’an. Tahun ini terdapat tujuh kategori, mulai dari hafalan Juz ‘Amma hingga 30 juz.


    Rinciannya, sebanyak 211 santri mengikuti kategori 1 Juz ‘Amma, 30 santri kategori 1 Juz Alif-Lam-Mim, 108 santri kategori 3 Juz, 56 santri kategori 5 Juz, 61 santri kategori 10 Juz, 11 santri kategori 20 Juz, dan 9 santri kategori 30 Juz.


    Para peserta merupakan santri yang berdomisili atau berasal dari Kabupaten Bireuen, baik yang sedang menuntut ilmu di dayah dalam wilayah Kabupaten Bireuen maupun di dayah yang berada di luar Kabupaten Bireuen.


    Melalui program tersebut, pemerintah berharap beasiswa tidak hanya menjadi bentuk penghargaan terhadap capaian hafalan para santri, tetapi juga menjadi stimulus untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat hafalan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.


    Sebab, sebagaimana sebuah ungkapan yang sarat makna:

    “Anak yang dekat dengan Al-Qur’an adalah investasi terbaik bagi masa depan. Hafalan yang tumbuh di hati hari ini, insyaallah akan menjadi cahaya bagi dirinya, keluarga, dan masyarakat di kemudian hari.”

    Dewan Hakim Libatkan Tokoh Agama dan Akademisi


    Untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, transparan, profesional, dan kredibel, panitia melibatkan Dewan Hakim yang memiliki kompetensi di bidang tahfizh Al-Qur’an.


    Berdasarkan Keputusan Bupati Bireuen Nomor 400.8.1/553 Tahun 2026, Ketua Dewan Hakim dipercayakan kepada Dr. Tgk. Nazaruddin Abdullah, MA.


    Dewan Hakim juga beranggotakan Tgk. Malik Adharsyah Syarifuddin, Lc., MA, Tgk. Razali Ismail, Tgk. Razali A. Wahab, Tgk. Zainil Bakri, S.Pd., serta Tgk. Muhammad Rifqi Al Hanif.


    Sementara itu, tim penyusun makrak terdiri atas Dr. Tgk. Saifuddin, MA, Tgk. Edi Mizwar, Ustadzah Husna, dan Drs. Yusri, MA.


    Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan seleksi, posisi sekretaris dijabat oleh Martunis, S.E., MM. Adapun panitera terdiri atas Risnadianti, S.Sos., Aryuni Saputri, A.Md., dan Abdiah, S.Sos.


    Sedangkan petugas penghubung Dewan Hakim terdiri atas Mirnawati, SE, Susi Nazira, A.Md., dan Nurakila.


    Seleksi Berlangsung Empat Hari

    Selama empat hari pelaksanaan, proses seleksi menggunakan sejumlah ruangan di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen.


    Ruangan yang digunakan meliputi Ruang Kepala Dinas Pendidikan Dayah, Ruang Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Ruang Umum, Ruang Bidang Pemberdayaan, Ruang Majelis Adat Aceh (MAA), serta Ruang MPU Atas.

    Penggunaan sejumlah ruang tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses seleksi, mengingat jumlah peserta yang mencapai ratusan santri.


    Pelaksanaan seleksi diharapkan berlangsung secara tertib, objektif, dan menjunjung tinggi integritas, sehingga penerima beasiswa yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan ketentuan serta hasil penilaian Dewan Hakim.


    Mendorong Lahirnya Generasi Qur’ani

    Seleksi Beasiswa Thalabah Hafiz Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap keberlangsungan pendidikan dayah sekaligus pembinaan generasi Qur’ani.


    Program ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi para santri untuk terus berprestasi, sekaligus menjadi penyemangat bagi generasi muda lainnya agar menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan.


    Lebih dari sekadar kompetisi, seleksi beasiswa ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun masa depan Bireuen melalui pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.


    Karena sesungguhnya, membangun generasi tidak cukup hanya dengan membekali mereka ilmu pengetahuan, tetapi juga dengan menanamkan iman, akhlak, dan kecintaan kepada Al-Qur’an.


    “Jika ingin melihat masa depan sebuah daerah, lihatlah bagaimana mereka mendidik generasinya hari ini. Dan jika ingin generasi itu menjadi cahaya bagi zamannya, dekatkanlah mereka kepada Al-Qur’an.”


    Dengan demikian, setiap ayat yang dihafal para santri bukan hanya tersimpan dalam ingatan, tetapi diharapkan tumbuh menjadi nilai yang hidup dalam perilaku, akhlak, dan pengabdian mereka kepada agama, bangsa, dan masyarakat.


    Semoga dari 458 santri yang mengikuti seleksi ini lahir generasi-generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga luhur akhlaknya, luas ilmunya, dan besar manfaatnya bagi umat.


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan