• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Maulid Nabi 1448 H, Wabup OKU Selatan Ajak Masyarakat Kembali Meneladani Akhlak Rasulullah

    Tuesday, September 1, 2026, 21:28 WIB Last Updated 2026-09-01T14:29:11Z

    MUARADUA – Di tengah kehidupan yang semakin sibuk, manusia terkadang lupa untuk menundukkan hati, mengingat Sang Pencipta, dan meneladani sosok yang menjadi cahaya bagi seluruh umat.


    Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti Masjid Agung Al-Muhtadin Muaradua, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Selasa (1/9/2026), saat Pemerintah Kabupaten OKU Selatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

    Peringatan itu bukan sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW.


    Lebih dari itu, menjadi kesempatan untuk kembali bertanya kepada diri sendiri...


    Sudahkah kita benar-benar mencintai Rasulullah?


    Sudahkah kejujuran beliau hadir dalam perkataan kita?


    Sudahkah kesabaran beliau menjadi bagian dari kehidupan kita?


    Dan sudahkah kelembutan akhlak Rasulullah menjadi contoh ketika kita memperlakukan sesama?


    Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi pesan penting dalam peringatan Maulid Nabi kali ini.


    Wakil Bupati OKU Selatan, Drs. H. Misnadi, M.M., M.Si., mengajak masyarakat menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.


    Menurutnya, Rasulullah merupakan teladan dalam berpikir, bertutur kata dan bertindak.


    Kesantunan, kejujuran, kebijaksanaan serta akhlakul karimah yang diwariskan Rasulullah hendaknya tidak hanya dikenang melalui cerita, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


    “Sebagai umat Rasulullah, kita harus menjaga dan menjalankan ajaran Nabi Muhammad SAW secara sungguh-sungguh serta menjadikan pribadi Rasulullah sebagai uswatun hasanah atau teladan yang baik,” ujar Wabup.


    Di hadapan masyarakat, Wabup juga mengajak seluruh umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan dunia dan melakukan introspeksi.


    Sebab, hidup pada akhirnya bukan hanya tentang seberapa banyak harta yang dikumpulkan, seberapa tinggi jabatan yang diraih, atau seberapa besar nama dikenal manusia.


    Tetapi tentang apa yang kita tinggalkan setelah kita tidak lagi berada di dunia.


    Apakah kebaikan?


    Apakah kasih sayang?


    Atau justru luka yang pernah kita tinggalkan kepada orang lain?


    Pesan itu terasa semakin dalam ketika Wabup juga menyinggung kondisi kemarau ekstrem yang saat ini melanda.


    Panas yang menyengat dan tanah yang mulai kering menjadi pengingat bahwa manusia begitu kecil di hadapan kebesaran Allah SWT.


    Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta menjaga lingkungan bersama-sama.


    Di tengah kemarau yang panjang, doa pun dipanjatkan.


    Semoga hujan segera turun.


    Semoga tanah yang kering kembali basah.


    Semoga tanaman kembali tumbuh.


    Dan semoga Kabupaten OKU Selatan senantiasa diberikan ketenteraman, kedamaian, serta dijauhkan dari bala dan bencana.


    Wabup juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ustadz Muhammad Thoyibno, S.Ag., Al-Hafiz dari Palembang, yang hadir memberikan tausiyah.


    Nasihat yang disampaikan diharapkan mampu menjadi penerang bagi masyarakat, bukan hanya untuk menjalani kehidupan di dunia, tetapi juga sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.


    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah acara.


    Ia menjadi pengingat...


    Bahwa dunia ini sementara.


    Bahwa usia manusia tidak pernah ada yang tahu sampai kapan.


    Dan sebelum waktu benar-benar memanggil kita pulang, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri, meminta maaf, memaafkan, memperbanyak kebaikan, serta mengikuti akhlak manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW.


    Semoga cinta kepada Rasulullah tidak hanya terucap di bibir saat Maulid Nabi, tetapi benar-benar hidup di dalam hati dan tercermin dalam setiap langkah kehidupan.


    Karena kelak, ketika harta, jabatan dan kemewahan dunia tidak lagi menemani...


    semoga akhlak dan amal kebaikanlah yang menjadi cahaya bagi kita.


    (Awaludin)

    Komentar

    Tampilkan