BANGKA BARAT - Hampir dua pekan diterpa cuaca buruk, sejumlah nelayan di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, mengaku kesulitan menjalankan aktivitas melaut. Angin kencang, gelombang laut, serta kondisi cuaca yang tidak menentu membuat nelayan terpaksa mengurangi bahkan menghentikan aktivitas mencari ikan demi menghindari risiko keselamatan. Rabu 2 September 2026.
Bagi nelayan kecil, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan cuaca. Ketika perahu tidak dapat berlayar, penghasilan harian ikut terhenti. Dampaknya pun langsung dirasakan keluarga nelayan yang selama ini menggantungkan kebutuhan hidup dari hasil tangkapan di laut.
“Kami sudah hampir dua pekan tidak bisa melaut secara normal karena cuaca buruk yang tidak kunjung berhenti. Kalau tidak melaut, otomatis penghasilan juga tidak ada,” ungkap salah seorang nelayan.
Menurut para nelayan, kondisi laut yang kurang bersahabat membuat mereka harus mempertimbangkan keselamatan sebelum memaksakan diri berangkat. Risiko kecelakaan di laut menjadi pertimbangan utama, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil.
Situasi ini sekaligus menunjukkan betapa rentannya kehidupan nelayan terhadap perubahan kondisi cuaca. Ketika aktivitas melaut terhenti dalam waktu cukup lama, kebutuhan rumah tangga tetap berjalan, sementara sumber pendapatan mereka justru tersendat.
Para nelayan berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi yang mereka hadapi, terutama apabila cuaca buruk berlangsung lebih lama. Mereka juga berharap adanya langkah konkret untuk membantu nelayan menghadapi masa paceklik akibat tidak dapat melaut.
“Kami berharap cuaca segera membaik sehingga bisa kembali melaut dan mencari nafkah untuk keluarga,” harapnya.
Di tengah kondisi tersebut, keselamatan tetap menjadi prioritas. Nelayan diimbau tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi perairan berbahaya serta selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini sebelum beraktivitas.
Bagi nelayan Mentok, laut adalah sumber kehidupan. Namun ketika cuaca memaksa mereka kembali ke daratan, persoalannya bukan hanya soal kehilangan hasil tangkapan, melainkan juga bagaimana keluarga mereka dapat tetap bertahan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
(Bambang Priyanto)





%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









