• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Kabut Asap Makin Pekat, POM Ketapang Serukan Gerakan Bersama: Hentikan Pembakaran dan Lawan Karhutla

    Wednesday, September 2, 2026, 17:18 WIB Last Updated 2026-09-02T10:28:18Z

    KETAPANG — Mencermati kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, serta membahayakan kesehatan masyarakat, DPD Persatuan Orang Melayu (POM) Kabupaten Ketapang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama menghadapi ancaman karhutla dan kabut asap.


    Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh pengurus DPD, DPC, PAC hingga anggota Persatuan Orang Melayu, serta masyarakat umum yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang.

    POM Ketapang menyerukan tiga langkah utama:


    1. Tidak membakar sampah

    Masyarakat diimbau menghentikan kebiasaan membakar sampah yang berpotensi menambah polusi dan membuat asap semakin pekat, khususnya di tengah kondisi cuaca kering dan rawan kebakaran.


    2. Bersinergi memadamkan api

    Seluruh elemen masyarakat diajak bersinergi dengan pemerintah dan pihak terkait untuk membantu memadamkan api di sekitar wilayah masing-masing apabila menemukan titik kebakaran. Namun, upaya pemadaman harus tetap mengutamakan keselamatan dan tidak membahayakan diri.


    3. Gerakan menyuburkan tanah di lingkungan rumah

    POM Ketapang juga mendorong masyarakat mengembangkan gerakan menyuburkan tanah di lingkungan rumah dengan memanfaatkan sampah alami atau bahan organik untuk dijadikan kompos atau pupuk tanah. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kebiasaan membakar sampah sekaligus menjaga kesuburan tanah.


    POM Ketapang berharap gerakan bersama ini dapat menjadi ikhtiar nyata untuk setidaknya mengurangi kabut dan polusi asap yang semakin tebal di wilayah Kabupaten Ketapang.


    Karhutla bukan sekadar persoalan api yang membakar lahan. Dampaknya dapat merembet pada kesehatan, lingkungan, keselamatan, hingga aktivitas masyarakat.


    Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing. Jangan menunggu api membesar dan asap semakin pekat baru bergerak.


    (Jailani)

    Komentar

    Tampilkan