Turnamen yang mempertemukan perwakilan dari 17 kecamatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Bireuen, Ir. Mukhlis, S.T., di Lapangan Terbuka Hijau Bireuen, Minggu (27/9/2026). Kejuaraan ini memperebutkan Piala Bupati Bireuen dengan total hadiah Rp70 juta dan dijadwalkan berlangsung hingga rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen pada 12 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Bireuen Mukhlis mengajak seluruh kontingen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta menjadikan turnamen tersebut sebagai momentum untuk membangun karakter generasi muda.
“Olahraga berperan penting membentuk karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, kerja keras, kebersamaan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah,” ujar Mukhlis.
Ia juga mengingatkan seluruh pemain, pelatih, ofisial, serta pendukung masing-masing tim agar senantiasa mengedepankan prinsip fair play selama pertandingan berlangsung.
Menurutnya, persaingan di lapangan merupakan bagian dari sebuah kompetisi. Namun, persaudaraan, kebersamaan, dan sikap saling menghormati harus tetap menjadi nilai utama yang dijaga oleh seluruh peserta.
“Menang adalah kebanggaan, tetapi menjunjung sportivitas adalah kehormatan. Sebab, pertandingan berakhir ketika peluit terakhir berbunyi, sementara persaudaraan harus tetap terjaga selamanya.”
Kehadiran PMI, Wujud Kepedulian terhadap Keselamatan Olahragawan
Kehadiran Ketua PMI Kabupaten Bireuen, Edi Saputra, S.H., M.M., dalam kegiatan olahraga tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PMI untuk terus membangun sinergi dan kepedulian terhadap berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk bidang olahraga.
Meskipun kehadirannya dalam acara tersebut sebagai undangan, PMI memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan dan kesehatan dalam berbagai kegiatan olahraga. Tim medis PMI dapat menjadi bagian dari unsur pendukung yang membantu memastikan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat, baik yang dialami atlet, panitia, maupun penonton.
Dalam berbagai kegiatan olahraga, keberadaan tenaga medis dan ambulans sangat penting untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya cedera maupun kondisi darurat lainnya. Apabila terjadi insiden yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, proses evakuasi dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Hal tersebut menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya tentang pertandingan dan prestasi, tetapi juga tentang bagaimana seluruh pihak bersama-sama menciptakan kegiatan yang aman, sehat, tertib, dan penuh nilai kemanusiaan.
“Prestasi lahir dari kerja keras, tetapi nilai kemanusiaan mengajarkan kita bahwa keselamatan dan kepedulian harus selalu menjadi bagian dari setiap perjuangan.”
Sistem KTP Kecamatan Diterapkan
Dalam pelaksanaan turnamen, panitia juga menerapkan sistem verifikasi berdasarkan KTP atau identitas kependudukan. Setiap pemain diwajibkan memiliki identitas kependudukan yang sesuai dengan wilayah kecamatan yang diwakilinya.
Ketentuan tersebut diterapkan untuk memastikan peserta benar-benar mewakili kecamatan masing-masing sekaligus menjaga tertib administrasi dan integritas kompetisi.
Dimeriahkan Marching Band
Pembukaan turnamen berlangsung semakin meriah dengan penampilan Marching Band Gita Bate Kureeng dari SMP Negeri 1 Bireuen, yang turut memberikan nuansa semarak dalam rangkaian acara pembukaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Bireuen, pengurus PSSI, KONI, serta sejumlah tokoh olahraga Kabupaten Bireuen.
Turnamen ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarkecamatan, menumbuhkan semangat kebersamaan, serta melahirkan generasi muda yang menjunjung tinggi sportivitas.
Karena sejatinya, kemenangan terbesar dalam olahraga bukan sekadar mengangkat trofi, melainkan mampu menjaga kehormatan, persaudaraan, dan sportivitas hingga pertandingan berakhir.
( Hendra)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









