• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Ketum PINTER Mulai Luncurkan Program Indonesia Terang Menjelang 2029

    Wednesday, September 23, 2026, 17:09 WIB Last Updated 2026-09-23T10:09:28Z

    BIREUEN - Cahaya untuk Negeri, Harapan bagi Daerah yang Selama Ini Menanti Terang, Ketua Umum Partai Indonesia Terang (PINTER), Dr. Hj. Cut Nyak Rizayati, S.H., M.M., yang dikenal pula sebagai seorang pengusaha sukses di Jakarta dan putri kelahiran Bireuen, Aceh, mulai menggagas dan meluncurkan Program Indonesia Terang, sebuah program penyediaan penerangan berbasis tenaga surya yang diperuntukkan bagi wilayah-wilayah yang selama ini masih membutuhkan fasilitas penerangan jalan. 


    Program tersebut hadir dengan membawa sebuah gagasan sederhana, namun memiliki makna yang luas: menghadirkan cahaya di tempat yang selama ini masih berada dalam keterbatasan penerangan.


    Penerangan jalan bukan semata-mata persoalan cahaya yang menerangi gelapnya malam. Di balik sebuah lampu yang menyala, terdapat harapan akan terbukanya ruang aktivitas masyarakat, meningkatnya rasa aman, serta tumbuhnya berbagai kegiatan sosial dan ekonomi yang sebelumnya terkendala oleh keterbatasan penerangan.


    Dr. Hj. Cut Nyak Rizayati, S.H., M.M., berharap melalui Program Indonesia Terang, wilayah-wilayah di berbagai penjuru Indonesia yang selama ini belum memiliki penerangan jalan yang memadai dapat secara bertahap memperoleh akses terhadap penerangan yang layak.


    Bagi masyarakat di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar, sebuah lampu yang berdiri di tepi jalan mungkin terlihat sederhana. Namun, bagi mereka yang setiap malam melewati jalan yang gelap, cahaya tersebut dapat memiliki arti yang jauh lebih besar.


    Sebab, terkadang perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat dimulai dari sebuah cahaya kecil yang dinyalakan di tengah kegelapan.


    Pemanfaatan tenaga surya dalam Program Indonesia Terang juga membawa pesan mengenai pentingnya mencari solusi yang dapat menyesuaikan dengan kondisi wilayah serta perkembangan kebutuhan masyarakat. Indonesia merupakan negeri yang luas, dengan karakter geografis dan kebutuhan pembangunan yang berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Karena itu, setiap langkah yang bertujuan memperluas akses infrastruktur perlu mempertimbangkan keberlanjutan, kondisi masyarakat, serta karakter wilayah yang menjadi sasaran.


    Program Indonesia Terang diharapkan tidak berhenti hanya pada momentum penyerahan bantuan atau pemasangan lampu. Lebih jauh daripada itu, kehadiran penerangan di wilayah-wilayah yang membutuhkan diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar yang lebih luas untuk membuka akses, mendukung aktivitas masyarakat, serta menciptakan ruang yang lebih memungkinkan bagi tumbuhnya kegiatan sosial dan ekonomi daerah.


    Ketika sebuah jalan diterangi, aktivitas masyarakat dapat berlangsung lebih leluasa. Ketika aktivitas masyarakat bergerak, kesempatan-kesempatan baru pun dapat terbuka. Dan ketika kesempatan tumbuh, harapan terhadap kemajuan daerah semakin memiliki ruang untuk diwujudkan.


    “Cahaya tidak pernah memilih kepada siapa ia menerangi. Ia hadir untuk mengusir gelap. Demikian pula sebuah ikhtiar yang baik, nilainya terletak pada manfaat yang dapat dirasakan oleh sesama.”


    Semangat inilah yang menjadi salah satu pesan yang ingin dibawa melalui Program Indonesia Terang. Penerangan bukan hanya tentang lampu dan tenaga surya, melainkan tentang bagaimana sebuah fasilitas sederhana dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan kehidupan yang lebih terang bagi masyarakat.


    Indonesia memiliki ribuan desa dan wilayah dengan karakter serta tantangan yang beragam. Karena itu, pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari megahnya gedung atau panjangnya jalan yang dibangun. Kemajuan juga dapat dilihat dari apakah masyarakat di wilayah yang jauh dari pusat kota turut merasakan manfaat pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.


    “Sebuah negeri akan semakin terang bukan karena satu cahaya yang sangat besar, melainkan karena banyak cahaya kecil yang dinyalakan bersama-sama.”


    Dalam konteks itulah, Program Indonesia Terang menjadi sebuah gagasan yang menarik untuk diperhatikan. Kehadirannya membawa harapan agar semakin banyak wilayah yang sebelumnya gelap dapat memperoleh penerangan, sehingga masyarakat memiliki ruang yang lebih aman dan nyaman untuk menjalankan aktivitasnya.


    Menjelang 2029, perjalanan menuju Indonesia yang lebih terang tentu membutuhkan kesinambungan gagasan, kerja nyata, kolaborasi, serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat pada akhirnya akan memiliki arti apabila dilaksanakan secara konsisten, transparan, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.


    Dr. Hj. Cut Nyak Rizayati, S.H., M.M., melalui Program Indonesia Terang, membawa sebuah pesan bahwa kemajuan tidak seharusnya hanya dirasakan oleh mereka yang berada di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga oleh masyarakat yang tinggal di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian dan akses terhadap infrastruktur dasar.


    Pada akhirnya, terang bukan sekadar persoalan cahaya. Terang adalah simbol harapan. Terang adalah lambang keterbukaan jalan menuju masa depan. Dan terang adalah pengingat bahwa di tengah berbagai tantangan, selalu ada ruang bagi manusia untuk menyalakan harapan.


    “Jangan menunggu seluruh negeri menjadi terang untuk menyalakan satu lampu. Nyalakanlah satu cahaya di tempat yang gelap, karena dari satu cahaya dapat lahir cahaya-cahaya berikutnya.”


    Program Indonesia Terang diharapkan dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan cahaya tersebut—dari daerah, untuk masyarakat, dan bagi masa depan Indonesia yang lebih terang.


    (Hendra)

    Komentar

    Tampilkan