• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    MIN 50 Bireuen Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Semarak dengan Perlombaan dan Penuh Kebersamaan

    Wednesday, September 23, 2026, 15:08 WIB Last Updated 2026-09-23T08:08:10Z

    BIREUEN – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 50 Bireuen menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan, Rabu (23/9/2026).


    Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MIN 50 Bireuen tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai keteladanan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda kepada Nabi Muhammad SAW.


    Rangkaian kegiatan turut diwarnai dengan penyerahan hadiah kepada para siswa yang berhasil meraih juara dalam berbagai perlombaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di MIN 50 Bireuen.


    Berbagai cabang perlombaan tersebut meliputi Pidato Bahasa Indonesia, Adzan, Story Telling, Praktik Shalat, Berhitung Cepat, Doa Sehari-hari, serta Hafalan Surat-Surat Pendek.


    Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen, Dr. H. Zulkifli, M.Pd. beserta jajaran, Anggota DPRK Bireuen Nova, S.E., M.S.M., Komite Sekolah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bireuen Dr. Mukhtaruddin, S.H., M.H., para wali siswa, tokoh masyarakat, serta insan pers.


    Kepala MIN 50 Bireuen, Darmawati, M.Ag., menyambut baik kehadiran seluruh tamu undangan dan menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan Maulid Nabi dapat terlaksana dengan baik.

    Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu dan pihak yang telah berkenan hadir serta turut menyukseskan kegiatan tersebut.


    Darmawati menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan.


    Pantauan media ini, seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung tertib dan lancar. Berbagai persiapan, termasuk makanan dan minuman bagi para tamu serta peserta, tersedia dengan baik sehingga suasana kegiatan terasa hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan nilai kebersamaan.


    Memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW

    Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi menjadi momentum untuk kembali menghidupkan ajaran dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.


    Pertama, sebagai wujud syukur. Kelahiran Rasulullah SAW merupakan rahmat dan nikmat besar dari Allah SWT bagi seluruh alam. Karena itu, memperingati Maulid menjadi salah satu momentum untuk memperbanyak rasa syukur dan memperkuat kecintaan kepada Rasulullah.


    Kedua, meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kejujuran (siddiq), amanah, menyampaikan kebenaran (tabligh), serta kecerdasan dan kebijaksanaan (fathanah) merupakan nilai-nilai luhur yang patut ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus.


    Ketiga, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Kecintaan tersebut dapat diwujudkan dengan memperbanyak shalawat, mempelajari sirah atau perjalanan hidup Rasulullah, serta mengamalkan sunnah dan akhlak mulia beliau.


    Keempat, mempererat persatuan dan ukhuwah. Peringatan Maulid menjadi ruang untuk memperkuat tali silaturahmi, membangun kepedulian, serta menumbuhkan semangat berbagi melalui kebersamaan dan kegiatan sosial.


    “Mengenang Rasulullah bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan. Sebab, sebaik-baik kecintaan kepada Nabi adalah ketika keteladanan beliau tumbuh dalam sikap, perkataan, dan perbuatan kita.”


    Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, MIN 50 Bireuen diharapkan terus menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepribadian peserta didik.


    Sebab, ilmu yang tinggi akan semakin bermakna ketika dihiasi akhlak yang mulia, dan generasi yang cerdas akan menjadi cahaya bagi masa depan apabila tumbuh dengan iman, adab, dan keteladanan.


    (Hendra)

    Komentar

    Tampilkan