LAMPUNG TIMUR – Banyak keluhan masuk dari kepala sekolah dan kepala desa di Lampung Timur terkait maraknya oknum yang mengaku sebagai wartawan, mendatangi sekolah maupun desa dengan dalih mempertanyakan penggunaan dana, yang pada akhirnya meminta imbalan sejumlah uang.
Merespons hal tersebut, Wartawan Senior sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur, Azoheri ZA, menegaskan bahwa praktik oknum yang mengaku wartawan lalu meminta uang jauh dari kata profesional serta melanggar kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
"Saya meminta kepada seluruh kepala sekolah dan kepala desa di Lampung Timur untuk tidak memberi apa pun kepada oknum wartawan abal-abal, walaupun satu rupiah. Karena ini sangat mengganggu kinerja dan nama baik rekan-rekan pers yang benar-benar berprofesi sebagai wartawan," tegas Azoheri kepada awak media di kantornya, Jl. Lintas Timur, Sukadana, Lampung Timur, Selasa (29/9/2026).
Pria yang akrab disapa Ayah Heri ini juga menghimbau agar para kepala sekolah dan kepala desa tidak ragu melaporkan jika menemukan oknum serupa.
"Kepada seluruh kepala sekolah dan kepala desa, beranilah merekam serta melaporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek, atau aparat penegak hukum terdekat. Saya meminta kepada APH untuk menindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tambahnya.
Ayah Heri menegaskan, jangan sampai maraknya oknum abal-abal ini mengganggu roda pembangunan di Bumei Tuwah Bepadan, Lampung Timur.
"Pemerintah daerah di bawah komando Bupati Ela Siti Nuryamah dan Wakil Bupati Azwar Hadi sedang berupaya membangun Lampung Timur agar menjadi daerah yang aman dan kondusif, sehingga para investor dalam maupun luar negeri dapat masuk dan berinvestasi di daerah kita," pungkasnya.
(Imn)





%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









