Lokakarya yang berlangsung tiga hari sejak 21-23 September 2026 ini diikuti oleh perwakilan 6 sub suku Nasawat yakni Na Sfa/Sawiat, Ymian, Sough, Salkma, Wanit dan Fkour, dengan Ketua Panitia Daud Snanfi, S.IP dan Ketua LMA Nasawat Yonadap Trogea, SE.
Dalam sambutan Bupati Sorong Selatan yang dibacakan Sekda, Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada LMA Nasawat dan LSM FOKER Papua yang telah menginisiasi pemetaan wilayah adat secara partisipatif.
Sambutan Bupati Sorong Selatan yang dibacakan Sekda:
"Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong Selatan sangat mendukung penuh kegiatan pemetaan partisipatif wilayah dan hutan adat Suku Nasawat. Ini adalah langkah maju untuk melindungi hak-hak masyarakat hukum adat, menjaga kelestarian hutan adat, dan memberikan kepastian batas wilayah adat 6 sub suku Nasawat."
"Pemetaan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk mendorong pengakuan melalui Peraturan Daerah tentang Masyarakat Hukum Adat. Kami berharap hasil sketsa yang telah dibuat selama 3 hari ini dapat segera didigitasi dan diverifikasi bersama."
"Terima kasih kepada LMA Nasawat, Panitia, FOKER Papua, dan seluruh peserta. Tetap jaga persatuan 6 sub suku Nasawat."
Usai membacakan sambutan Bupati, Sekda secara resmi menutup lokakarya dengan ketukan palu.
Ketua LMA Nasawat Yonadap Trogea menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Sekda yang telah memberikan dukungan penuh.
Salah satu peserta, Melki Sadrafle, mengaku bangga dan berterima kasih kepada FOKER Papua atas materi yang luar biasa selama 3 hari.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama 6 sub suku.
*(moy)*



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









