• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Sempat Viral di Publik, DLHK Bireuen Akhirnya Bergerak: Kebersihan Kota Tak Boleh Menunggu Sorotan

    Sunday, September 27, 2026, 12:09 WIB Last Updated 2026-09-27T05:09:44Z

    BIREUEN — Persoalan tumpukan sampah yang sempat menjadi sorotan publik di sejumlah titik Kota Bireuen akhirnya mendapat perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Bireuen di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Mukhlis, ST, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Bireuen, mulai turun tangan membersihkan sejumlah lokasi yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah.


    Pantauan media ini pada Sabtu (26/9/2026) menunjukkan sejumlah tumpukan sampah yang sempat meresahkan masyarakat telah diangkut oleh petugas. Armada pengangkut sampah juga kembali terlihat beroperasi di sejumlah kawasan.


    Langkah tersebut patut diapresiasi. Namun, persoalan kebersihan kota tentu tidak boleh berhenti hanya setelah sebuah masalah menjadi viral dan mendapat sorotan publik.


    Kebersihan adalah kebutuhan masyarakat, bukan sekadar respons terhadap pemberitaan.


    Dalam perspektif Islam, kebersihan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan manusia. Kebersihan tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga mencerminkan kesadaran, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.


    Kebersihan lahiriah mencakup kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal hingga lingkungan sekitar. Sementara kebersihan batiniah berkaitan dengan upaya membersihkan hati dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, riya dan kebencian.


    Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sejatinya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

    Jangan Tunggu Viral


    Pantauan media ini pada Minggu (27/9/2026) kembali menemukan armada pengangkut sampah dan petugas DLHK yang telah menjalankan aktivitasnya. Kondisi tersebut diharapkan menjadi awal dari perbaikan sistem pengelolaan persampahan yang lebih konsisten dan berkelanjutan. 


    Masyarakat tentu berharap persoalan tumpukan sampah tidak kembali terulang di kemudian hari.


    Sebab, kota yang bersih tidak seharusnya lahir karena viral, melainkan karena sistem bekerja.


    Apalagi Bireuen saat ini dipimpin oleh seorang pengusaha sukses yang dikenal luas, bukan hanya di kalangan masyarakat berada, tetapi juga cukup dekat dengan masyarakat menengah ke bawah.


    Kepercayaan publik tersebut tentunya harus dijawab dengan pelayanan yang nyata, termasuk dalam urusan kebersihan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat setiap hari.


    Retribusi Dibayar, Pelayanan Harus Terlihat

    Di sisi lain, masyarakat juga berharap efisiensi anggaran di lingkungan DLHK Bireuen benar-benar bermuara pada peningkatan pelayanan.


    Masyarakat yang selama ini membayar retribusi persampahan tentu memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang layak, teratur dan berkesinambungan.


    Jangan sampai masyarakat hanya dituntut untuk tertib membayar retribusi, sementara pelayanan pengangkutan sampah belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.


    Publik tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Masyarakat hanya ingin kota yang bersih, lingkungan yang sehat, serta pelayanan pemerintah yang hadir ketika dibutuhkan.


    Kini, setelah tumpukan sampah diangkut, pekerjaan berikutnya justru lebih penting: memastikan sampah tidak kembali menumpuk.


    Karena ukuran keberhasilan bukan ketika sampah dibersihkan setelah ramai diberitakan, tetapi ketika masyarakat tidak lagi menemukan tumpukan sampah yang mengganggu di ruang-ruang publik.


    Kebersihan bukan pencitraan, melainkan cermin peradaban. Pemerintahan yang hadir bukan hanya terlihat ketika disorot, tetapi terasa manfaatnya ketika masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.


    Dan satu pesan sederhana patut direnungkan:

    “Jangan menunggu masalah menjadi viral untuk kemudian bertindak. Sebab pemerintah yang baik bukan yang paling cepat merespons sorotan, melainkan yang mampu mencegah masalah sebelum menjadi keluhan.”


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan