Penyerahan dilakukan secara simbolis di atas panggung dengan menyerahkan papan cek besar kepada perwakilan pengusaha muda Papua di hadapan peserta seminar. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pemuda papua sorong selatan dari berbagai distrik.
Namun, tepat satu tahun lebih setelah penyerahan simbolis tersebut, salah satu pengusaha muda penerima bantuan simbolis mengaku kecewa karena janji bantuan tersebut tidak kunjung direalisasikan hingga hari ini, 22 September 2026.
"Sudah satu tahun lebih kami tunggu. Waktu itu diserahkan secara simbolis oleh Ibu Bupati di seminar 3 Agustus 2025, tapi sampai sekarang 22 September 2026 belum ada realisasi uangnya masuk ke rekening kami. Kami kecewa," ujar salah satu pengusaha muda penerima bantuan simbolis kepada media ini.
Menurutnya, bantuan modal tersebut sangat diharapkan untuk mengembangkan usaha yang sedang dirintis, mulai dari usaha pariwisata, hingga kerajinan khas Papua.
"Jangan hanya simbolis saja, kami butuh bukti realisasi. Kami sudah bolak-balik tanya ke dinas, jawabannya masih diproses terus," tambahnya.
Kegiatan seminar pada 3 Agustus 2025 itu sendiri merupakan program kolaborasi Pemkab Sorong Selatan untuk meningkatkan kapasitas SDM OAP agar mampu bersaing dan mandiri secara ekonomi.
Hingga berita ini diterbitkan pada 22 September 2026, pihak Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, belum memberikan keterangan resmi terkait belum terealisasinya bantuan modal usaha 50 juta tersebut.
Masyarakat dan pengusaha muda Papua berharap janji bantuan tersebut dapat segera direalisasikan sesuai dengan yang dijanjikan secara simbolis setahun lalu.
(moy)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









