Kegiatan yang dipimpin Ketua Panitia Daud Snanfi, S.IP. dan Ketua LMA Nasawat Periode 2023-2027 Yonadap Trogea, SE. ini merupakan puncak dari proses pemetaan partisipatif yang dimulai sejak 21 Seotember 2026.
Enam sub suku yang memaparkan hasil sketsa tersebut adalah:
1. Sub Suku Na Sfa
2. Sub Suku Imian
3. Sub Suku Sough
4. Sub Suku Salkma
5. Sub Suku Wanit
6. Sub Suku Fkour
Masing-masing Kepala Sub Suku memaparkan 5 poin penting dalam sketsa mereka, yakni batas wilayah adat (utara, selatan, timur, barat), daftar kampung dan marga/keret, titik-titik penting seperti hutan keramat, tempat berburu, dusun sagu dan sumber air, serta potensi dan ancaman yang ada di wilayah mereka.
"Sketsa ini adalah bukti sejarah bahwa wilayah adat kami ada dan harus dijaga. Hari ini kami satukan 6 sketsa ini untuk melihat di mana tumpang tindih batas, agar ke depan tidak ada konflik antar sub suku," ujar Ketua LMA Nasawat Yonadap Trogea.
Dalam sesi diskusi, peserta berhasil menyepakati peta sementara gabungan 6 sub suku dan membentuk tim kecil untuk proses digitasi peta ke dalam sistem GIS (Geographic Information System).
Trogea menegaskan, fokus utama LMA Nasawat setelah Rakerdat I tahun 2025 adalah konsolidasi organisasi, yaitu penataan dan penertiban struktur kelembagaan mulai dari Sub Suku, Marga, dan Sub Marga/Sub Keret.
"Pemetaan ini adalah tahap pertama. Setelah ini kita akan validasi lapangan dan siapkan berkas pendaftaran sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengakuan Masyarakat Adat di Sorong Selatan," tambah Daud Snanfi.
Lokakarya ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Peta Sementara dan foto bersama 6 Kepala Sub Suku.
(moy)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









