• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Tiga Kelompok Tani Di Merigi Minta Musyawarah Dulu Sebelum Kegiatan Optimasi Lahan Dipublikasikan

    Wednesday, September 30, 2026, 18:53 WIB Last Updated 2026-09-30T11:53:54Z

    KEPAHIANG – Program Optimasi Lahan Non Rawa Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pertanian mulai dilaksanakan di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Salah satu lokasi kegiatan berada di Desa Pulo Geto, Kecamatan Merigi.


    Program ini dilaksanakan oleh GAPOKTAN Harapan Maju dengan pendampingan teknis dari Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian  BPLIP Kelas I Palembang. Kegiatan bersumber dari APBN 2026 Satker BPLIP Kelas I Palembang dengan nilai anggaran Rp91.200.000 dan target luasan lahan 140 Hektar.


    Berdasarkan pantauan di lapangan, papan informasi kegiatan telah terpasang di area persawahan Desa Pulo Geto Baru. Saat ini terlihat tanaman jagung mulai tumbuh di lahan yang menjadi sasaran program. Papan tersebut memuat identitas pelaksana, sumber dana, nilai kegiatan, dan volume luasan yang akan dioptimalkan.


    Tujuan utama program Optimasi Lahan Non Rawa adalah meningkatkan produktivitas pertanian melalui perbaikan tata kelola lahan, pengelolaan air, pengolahan tanah, serta penguatan kelembagaan kelompok tani. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan indeks pertanaman dan mendukung ketahanan pangan nasional.


    Saat tim media melakukan konfirmasi ke tiga kelompok tani penerima manfaat di wilayah Kecamatan Merigi, terdapat tanggapan yang berbeda. Dua kelompok tani mempersilakan kegiatan untuk dipublikasikan. Namun satu di antaranya meminta agar pemberitaan ditahan terlebih dahulu.


    "Kalau mau dipublikasikan kami mau musyawarah dulu ke pihak Dinas Pertanian dan konsultan. Soalnya nanti kami takut salah untuk dalam menjelaskan," ujar perwakilan kelompok tani tersebut.


    Menurutnya, langkah musyawarah perlu dilakukan agar informasi yang disampaikan ke publik benar-benar sesuai dengan data teknis dan arahan dari pendamping. Kelompok tani mengaku tidak ingin terjadi miskomunikasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat terkait teknis pelaksanaan.


    Sikap kehati-hatian dari kelompok tani ini dinilai wajar. Pasalnya, program Optimasi Lahan Non Rawa melibatkan banyak aspek teknis mulai dari persiapan lahan, sistem irigasi sederhana, pemilihan komoditas, hingga jadwal tanam yang harus sesuai anjuran penyuluh.


    Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi ke Dinas Pertanian Kabupaten Kepahiang dan BPLIP Kelas I Palembang masih terus dilakukan oleh redaksi. Konfirmasi diperlukan untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait teknis pelaksanaan, jadwal kegiatan, dan target capaian program di Desa Pulo Geto Baru.


    Program Optimasi Lahan Non Rawa diharapkan dapat membantu petani di Kecamatan Merigi meningkatkan hasil panen dan pendapatan. Dengan luasan 140 hektar, program ini berpotensi besar mengubah lahan kering menjadi lahan produktif.


    Redaksi Metronews TV co.id  akan terus mengawal pelaksanaan program ini dan menyampaikan informasi terbaru setelah mendapat keterangan resmi dari pihak terkait.


    ((Midi)

    Komentar

    Tampilkan