• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Warga OKU Selatan Keluhkan Harga Pertalite di Pom Mini Pinggir Jalan Tembus Rp14 Ribu

    Monday, September 21, 2026, 12:26 WIB Last Updated 2026-09-21T05:26:59Z

    OKU SELATAN — Masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan, mengeluhkan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang dijual secara eceran melalui pom mini maupun lapak penjualan BBM di pinggir jalan.


    Sejumlah warga menyebut, harga Pertalite yang mereka temui di beberapa titik penjualan pinggir jalan bisa mencapai Rp14.000 per liter. Harga tersebut dinilai cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat yang sehari-hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.


    “Kalau beli di pinggir jalan harganya bisa sampai Rp14 ribu per liter. Kami terpaksa membeli karena membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari,” keluh salah seorang warga.


    Selain persoalan harga, masyarakat juga mempertanyakan ketepatan takaran BBM yang dijual melalui pom mini atau secara eceran. Warga berharap BBM yang dibayar dengan harga Rp14.000 benar-benar sesuai dengan takaran satu liter.


    Keluhan tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai bagaimana mekanisme penjualan BBM eceran di pinggir jalan, dari mana pasokannya diperoleh, serta apakah harga dan takaran yang diterapkan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


    Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung terhadap aktivitas penjualan BBM melalui pom mini dan lapak eceran di sejumlah wilayah OKU Selatan.


    Pengecekan dinilai penting untuk memastikan asal BBM, harga jual, legalitas usaha, serta ketepatan takaran yang diterima konsumen.


    Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tekanan, warga berharap harga BBM yang dijual secara eceran tidak semakin membebani pengeluaran harian.


    “Kalau memang harganya Rp14 ribu, kami berharap ada penjelasan kenapa bisa semahal itu dan apakah takarannya benar satu liter,” ujar warga lainnya.


    Masyarakat pun meminta instansi berwenang tidak hanya melihat persoalan ini sebagai aktivitas jual beli biasa, tetapi juga memastikan konsumen mendapatkan BBM dengan harga yang wajar dan takaran yang sesuai.


    Hingga berita ini diterbitkan, kondisi harga Pertalite di pom mini dan lapak penjualan BBM pinggir jalan tersebut masih menjadi keluhan sebagian masyarakat. Pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.



    (Awaludin)

    Komentar

    Tampilkan