• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    AMSI Aceh Gelar Pelatihan Kode Etik Jurnalistik, Perkuat Profesionalisme dan Integritas Wartawan

    Saturday, October 10, 2026, 16:36 WIB Last Updated 2026-10-10T09:36:16Z

    BANDA ACEH – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Aceh menggelar Pelatihan Kode Etik Jurnalistik selama dua hari, Sabtu–Minggu, 10–11 Oktober 2026, di Ballroom Lantai 8 Ayani Hotel, Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi wartawan untuk memperkuat profesionalisme, integritas, serta pemahaman terhadap kode etik dan hukum pers.


    Pelatihan tersebut diikuti puluhan wartawan dari berbagai media siber di Aceh, di antaranya KabarTamiang.com, Acehsatu.com, AnteroKini, Nukilan, Dialeksis.com, serta sejumlah media lainnya, baik yang telah terverifikasi Dewan Pers maupun yang masih dalam proses pengembangan.


    Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas wartawan di tengah tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks.


    Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama dua hari dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.


    Wartawan, menurutnya, harus memiliki kemampuan berpikir yang tajam, menyajikan informasi secara tepat dan akurat, serta membangun kolaborasi yang baik dengan pemerintah tanpa meninggalkan independensi dan fungsi kontrol pers.


    Pers juga diharapkan terus menjadi corong masyarakat, menyuarakan kepentingan publik, serta menghadirkan informasi yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.


    Sementara itu, Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada, berharap pelatihan tersebut menjadi ruang pembelajaran yang positif bagi seluruh peserta, bukan hanya dalam meningkatkan keterampilan jurnalistik, tetapi juga dalam membangun sikap, etika, adab, dan akhlak ketika menjalankan profesi sebagai wartawan.


    Ia menekankan pentingnya partisipasi penuh peserta selama dua hari agar setiap materi yang disampaikan dapat dipahami dan menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan jurnalistik di lapangan.


    AJI Bahas Kode Etik, UU Pers, dan Risiko Hukum


    Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari Adiwarsidi, yang mewakili Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Materi berfokus pada penerapan Kode Etik Jurnalistik, Undang-Undang Pers, serta berbagai persoalan hukum yang berpotensi dihadapi wartawan dalam menjalankan tugasnya.


    Pembahasan turut mengangkat sejumlah kasus yang pernah menimpa jurnalis, termasuk persoalan terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dugaan pelecehan, pencemaran nama baik, serta risiko hukum lainnya.


    Melalui pembahasan kasus, peserta diharapkan mampu memahami batas-batas hukum dalam pemberitaan, menerapkan prinsip verifikasi, menjaga akurasi informasi, serta menghindari pelanggaran etik yang dapat merugikan masyarakat maupun profesi jurnalistik.


    Materi ini menjadi penting di tengah perkembangan media digital yang menuntut wartawan bekerja cepat, tetapi tetap harus mengutamakan ketepatan, keberimbangan, independensi, dan tanggung jawab.


    Sekjen AMSI Berbagi Pengalaman Membangun Media yang Dipercaya Publik


    Selain materi kode etik dan hukum pers, Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMSI, Agus, turut berbagi wawasan mengenai karakteristik media dan wartawan yang mampu memperoleh kepercayaan masyarakat luas.


    Ia mengajak peserta memahami bahwa media yang baik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan menyampaikan berita, tetapi juga oleh kualitas informasi, konsistensi menjaga etika, serta kemampuan memahami kebutuhan masyarakat.


    Dalam sesi tersebut, Agus juga membagikan pantun-pantun bertema jurnalistik yang mengundang perhatian peserta. Pantun tersebut menjadi selingan edukatif sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya ketelitian dalam menulis dan kecermatan ketika melakukan peliputan.


    Suasana pelatihan berlangsung dengan nuansa edukatif dan interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas wawasan serta berbagi pengalaman mengenai tantangan jurnalistik di daerah masing-masing.


    Melalui pelatihan ini, AMSI Aceh diharapkan dapat terus mendorong lahirnya wartawan yang profesional, berintegritas, beretika, dan mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas.


    Lebih dari sekadar kegiatan peningkatan kapasitas, pelatihan tersebut menjadi pengingat bahwa kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, kepatuhan terhadap kode etik, serta komitmen menyampaikan informasi yang benar dan berpihak pada kepentingan publik.


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan