Seorang siswa berinisial Adam Rizky disebut mengalami dugaan kekerasan setelah sebelumnya terlibat keributan dengan teman sekelasnya.Keterangan tersebut disampaikan orang tua Adam Rizky, Elvi Syahrina Nasution, saat dikonfirmasi di Lubuk Pakam, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Elvi, persoalan bermula ketika Adam Rizky terlibat ribut dengan seorang temannya. Perselisihan tersebut kemudian berujung aksi saling membalas antara kedua siswa.
Persoalan itu kemudian diketahui dan dilaporkan kepada wali kelas Aspiati, S.Pd.
Namun, menurut keterangan keluarga, penyelesaian persoalan tersebut diduga tidak dilakukan melalui mediasi atau pembinaan terhadap kedua siswa. Elvi menyebut sejumlah siswa justru diperintahkan untuk memegang kedua tangan Adam Rizky.
Yang lebih serius, keluarga menduga wali kelas tersebut kemudian melakukan tindakan fisik terhadap Adam Rizky.
"Menurut keterangan anak saya, tangannya dipegang oleh beberapa siswa. Kemudian wali kelas diduga memukul bagian perutnya dan memerintahkan siswa lain untuk memukul perut Adam sebanyak lima kali,” ungkap Elvi.
Keluarga mempertanyakan tindakan tersebut, Menurut mereka, apabila benar seorang guru melakukan tindakan demikian, maka persoalan perkelahian antar siswa justru berpotensi berubah menjadi persoalan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.
Elvi menegaskan, dirinya tidak membenarkan apabila anaknya terlibat perkelahian dengan teman. Namun, menurutnya, tindakan tersebut semestinya diselesaikan melalui pembinaan, pemanggilan orang tua, mediasi, dan mekanisme penanganan siswa yang sesuai.
“Kalau anak saya salah, tentu harus dibina dan diberikan pemahaman. Tetapi bukan dengan cara kekerasan. Apalagi kalau benar Murid-mirid lain diperintahkan untuk memegang dan memukul,” ujarnya.
Keluarga berharap dugaan kejadian tersebut tidak berhenti hanya pada permintaan maaf, tetapi juga dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Meski demikian, keluarga menyatakan persoalan tersebut tetap perlu ditindaklanjuti agar kejadian serupa tidak kembali terjadi terhadap siswa lainnya.
Elvi menyebut anaknya mengalami trauma dan bahkan tidak mau kembali bersekolah karena merasa takut terhadap wali kelasnya.
“Anak saya trauma. Sekarang dia tidak mau sekolah lagi karena takut dengan wali kelas tersebut,” kata Elvi.
Kondisi tersebut membuat keluarga meminta pihak terkait tidak menganggap persoalan ini sebagai masalah internal sekolah semata.
Keluarga Adam Rizky menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang.
Laporan tersebut
diharapkan dapat menjadi pintu masuk untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan Bullying Fisik yang terjadi, termasuk meminta keterangan dari guru, kepala sekolah, siswa yang berada di dalam kelas saat kejadian, serta pihak keluarga.
Keluarga juga meminta agar apabila terdapat pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian karena lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi peserta didik. Setiap perselisihan antarsiswa semestinya ditangani melalui pendekatan pendidikan, pembinaan, dan penyelesaian yang melindungi anak.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan pemukulan terhadap Adam Rizky masih berdasarkan keterangan pihak keluarga. Konfirmasi dari wali kelas Aspiati, S.Pd., dan pihak SD Negeri 104257 Sekip terkait kronologi serta tindakan yang dilakukan terhadap siswa tersebut masih diperlukan untuk memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.
(Tim)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









