• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Dandim Bangka Barat Hadir di Tengah Pemusnahan Barang Bukti Narkoba, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Wilayah

    Thursday, October 8, 2026, 20:14 WIB Last Updated 2026-10-08T13:14:56Z



    MENTOK, BANGKA BARAT — Kehadiran Komandan Kodim 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil dalam pemusnahan barang bukti perkara pidana di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Barat, Kamis (8/10/2026), menjadi bagian dari gambaran kuatnya sinergi lintas institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.


    Dandim hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam agenda yang menandai berakhirnya proses hukum terhadap sejumlah barang rampasan dan barang temuan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht.


    Bagi jajaran kewilayahan, keterlibatan dalam forum semacam ini tidak sekadar kehadiran seremonial. Kehadiran Dandim menempatkan institusi TNI, khususnya Kodim 0431/Bangka Barat, dalam ruang koordinasi bersama pemerintah daerah, kepolisian, kejaksaan dan unsur legislatif untuk melihat berbagai persoalan keamanan wilayah secara terpadu.


    Agenda tersebut berlangsung di Aula dan Halaman Depan Kantor Kejari Bangka Barat. Kegiatan dipimpin Kepala Kejari Bangka Barat Ahmad Patoni dan dihadiri Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman, Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, Ketua DPRD Bangka Barat H. Badri Syamsu, serta sejumlah pejabat terkait.


    Turut hadir Kasatnarkoba Iptu M. Syah Petrianto, Kasat Polairud Iptu Yudi Lasmono, perwakilan unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tamu undangan lainnya.


    Posisi Dandim dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu representasi keterhubungan antara aspek keamanan wilayah dengan proses penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.


    Pemusnahan barang bukti merupakan tahapan penting setelah sebuah perkara memperoleh kekuatan hukum tetap. Karena itu, keterlibatan unsur Forkopimda memperlihatkan bahwa penanganan persoalan keamanan dan ketertiban tidak berdiri sendiri pada satu institusi.


    Dalam konteks pembinaan kewilayahan, sinergi tersebut menjadi penting karena ancaman terhadap keamanan masyarakat dapat bersinggungan dengan berbagai aspek sosial. Narkotika, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan perkara pidana, tetapi juga memiliki dampak terhadap lingkungan sosial dan masa depan generasi muda.


    Kehadiran Letkol Czi Fadil dalam agenda tersebut memperkuat citra Kodim 0431/Bangka Barat sebagai bagian dari unsur pimpinan kewilayahan yang menjaga komunikasi dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan daerah.


    Kepala Kejari Bangka Barat, Ahmad Patoni menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari penanganan perkara selama kurang lebih tiga bulan terakhir.


    Jumlah barang bukti yang dimusnahkan mencakup narkotika jenis sabu sebanyak 144 gram, ganja 162 gram, serta 16 butir ekstasi. Barang bukti tersebut berasal dari 14 perkara narkotika.


    Selain perkara narkotika, Kejari Bangka Barat juga menangani barang bukti yang berkaitan dengan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU).


    "Kurang lebih untuk penyelesaiannya itu ada sekitar gramnya, 144 gram. Untuk ganjanya 162 dan untuk ekstasi ada sekitar 16 butir. Dari 14 perkara untuk yang narkotika, dan untuk yang TPPU ada 88 perkara," ujar Ahmad Patoni.


    Pemusnahan tersebut menjadi penanda bahwa proses hukum terhadap perkara yang telah berkekuatan hukum tetap tidak berhenti pada putusan pengadilan.


    Barang bukti yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan harus dieksekusi sesuai ketentuan, sehingga tidak kembali beredar atau disalahgunakan.


    "Ini bentuk kesempurnaan dalam melaksanakan tugas sebagai jaksa penuntut umum dan jaksa eksekutor pemusnahan barang bukti," tambah Ahmad Patoni.


    Bagi wilayah seperti Bangka Barat, persoalan keamanan tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial masyarakat. Karena itu, sinergi antara institusi penegak hukum, pemerintah daerah dan unsur kewilayahan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman.


    Kehadiran Dandim dalam kegiatan pemusnahan tersebut memperlihatkan bagaimana agenda penegakan hukum dapat menjadi ruang bersama bagi unsur Forkopimda untuk memperkuat koordinasi.


    Di satu sisi, kejaksaan menjalankan kewenangannya dalam mengeksekusi putusan dan barang bukti. Kepolisian menjalankan fungsi penegakan hukum dan keamanan. Pemerintah daerah memberikan dukungan dari sisi pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Sementara unsur kewilayahan TNI hadir dalam kerangka menjaga stabilitas wilayah dan membangun komunikasi dengan berbagai komponen masyarakat.


    Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman menyampaikan apresiasi terhadap proses hukum yang telah dituntaskan aparat penegak hukum.


    "Kami dari Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kejaksaan dan kepolisian yang telah melaksanakan dengan tuntas pada hari ini. Terima kasih," pungkasnya.


    Di tengah pemusnahan barang bukti tersebut, sosok Letkol Czi Fadil menjadi bagian dari wajah sinergi Forkopimda Bangka Barat.


    Kehadirannya menunjukkan bahwa isu keamanan wilayah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Terlebih ketika persoalan yang dihadapi berkaitan dengan narkotika dan tindak pidana lain yang berpotensi memberikan dampak luas terhadap masyarakat.


    Bagi Kodim 0431/Bangka Barat, ruang-ruang koordinasi seperti ini juga menjadi bagian dari pembinaan kewilayahan membangun komunikasi, memperkuat hubungan antarlembaga dan memastikan setiap unsur pemerintahan serta keamanan memiliki perhatian yang sama terhadap kondisi wilayah.


    Pemusnahan barang bukti akhirnya bukan hanya menjadi akhir dari sebuah proses perkara. Di balik kegiatan tersebut terdapat pesan yang lebih luas tentang pentingnya konsistensi penegakan hukum, koordinasi antarlembaga dan perlindungan masyarakat dari berbagai ancaman keamanan.


    Dalam agenda itulah Dandim 0431/Bangka Barat Letkol Czi Fadil hadir bersama jajaran Forkopimda, menempatkan sinergi kewilayahan sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga Bangka Barat tetap aman dan kondusif.


    (Bambang Priyanto)

    Komentar

    Tampilkan