• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Rumah Memprihatinkan, Pemkab Nias Barat Siapkan Bantuan Rp 20 Juta untuk Keluarga Faduhusa Daeli

    Friday, October 2, 2026, 12:49 WIB Last Updated 2026-10-02T05:49:17Z

    NIAS BARAT - kondisi rumah hunian keluarga Faduhusa Daeli yang berada di sekitar Rumah Singgah, di Simaeasi, Kabupaten Nias Barat, yang sebelumnya diberitakan karena kondisinya memprihatinkan dan dinilai tidak layak huni, akhirnya mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nias Barat.


    Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) menyatakan akan memberikan bantuan untuk pembangunan rumah layak huni bagi keluarga tersebut.


    Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas PKPLH Kabupaten Nias Barat, Elfis Karsa Waruwu, ST, kepada wartawan Metronewstv.co.id, Jumat (02/10/2026).


    Elfis mengatakan, Pemkab Nias Barat melalui Dinas Pkplh  telah menyiapkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk membantu keluarga Faduhusa Daeli membangun rumah yang lebih layak dan aman untuk ditempati.


    “Pemerintah Nias Barat, dalam hal ini melalui Dinas PKPLH, membantu keluarga Bapak Faduhusa Daeli untuk membangun rumah layak huni sebesar Rp20 juta dan akan dicairkan dalam tahun ini,” ungkap Elfis.


    Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap kondisi keluarga tersebut sebenarnya telah ada. Namun, terdapat kendala terkait status tanah tempat keluarga bapak Faduhusa Daeli sebelumnya tinggal di Simaeasi karena abukan hak miliknya.


    Elfis menjelaskan, pemerintah tidak dapat serta-merta membangun rumah di atas lahan yang bukan merupakan milik keluarga penerima bantuan. Karena itu, pembangunan rumah kemudian diarahkan ke lokasi yang memiliki kejelasan status kepemilikan.


    “Rumah yang sedang dibangun sekarang  untuk keluarga Bapak Faduhusa Daeli berada di Desa Lolowau, Kecamatan Lahomi. Dengan adanya lokasi yang jelas, pemerintah melalui Dinas PKPLH baru dapat mengambil bagian dalam memberikan bantuan,” jelasnya.


    Lebih lanjut, Elfis menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kondisi sosial serta kebutuhan masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah.


    Menurutnya, kritik yang disampaikan secara konstruktif justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk melihat persoalan di lapangan yang mungkin belum terjangkau secara optimal.


    “Pemerintah, dalam hal ini Dinas PKPLH, sangat mengharapkan kerja sama dari semua pihak untuk memberikan masukan dan kritik yang bersifat membangun. Kami tidak alergi terhadap kritikan, tetapi tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah,” tegasnya.


    Dengan adanya bantuan tersebut, keluarga Faduhusa Daeli diharapkan segera memiliki hunian yang lebih layak. Perhatian ini juga menjadi pengingat bahwa kondisi masyarakat yang berada dalam keterbatasan membutuhkan kehadiran pemerintah bukan hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga melalui tindakan nyata di lapangan.


    (Utema Gulo)

    Komentar

    Tampilkan