• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Jelang HUT Ke-27 Bireuen, Paya Kareung Masih Gelap: Warga Desak Pemerintah Hadirkan Lampu Jalan

    Friday, October 2, 2026, 12:44 WIB Last Updated 2026-10-02T05:44:14Z

    BIREUEN — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen, persoalan minimnya penerangan jalan di kawasan Paya Kareung, yang berada di jalur jalan nasional, kembali menjadi sorotan. Kawasan yang seharusnya menjadi bagian dari wajah dan denyut aktivitas masyarakat justru masih dibiarkan gelap ketika malam tiba.


    Kondisi tersebut bukan persoalan baru. Minimnya lampu penerangan jalan umum (LPJU) di kawasan Paya Kareung telah berlangsung cukup lama dan dinilai menunjukkan masih lemahnya perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas ekonomi pada malam hari.


    Gelapnya kawasan itu bukan sekadar persoalan pemandangan. Ketiadaan penerangan membuat masyarakat merasa khawatir melintasi kawasan tersebut pada malam hari. Bahkan, menurut keterangan warga, kecelakaan juga kerap terjadi di sekitar kawasan tersebut.


    Pantauan media ini, Jumat (02/10/2026) malam, memperlihatkan sebagian kawasan Jalan Nasional Paya Kareung masih minim penerangan. Kondisi ini membuat masyarakat enggan melintas, terutama pada malam hari.


    Ironisnya, hanya sekitar 100 meter dari kawasan tersebut terdapat sejumlah aktivitas usaha dan fasilitas masyarakat, mulai dari rumah sakit swasta, Hotel Maligoe, area kafe, kampus, lapangan futsal, hingga berbagai usaha lainnya.


    Namun, minimnya penerangan jalan berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika akses jalan gelap dan masyarakat merasa tidak nyaman untuk melintas, roda usaha yang menggantungkan aktivitasnya pada kunjungan warga tentu ikut terdampak.


    Jangan sampai kawasan yang memiliki potensi ekonomi justru kehilangan denyut kehidupannya hanya karena persoalan lampu jalan.


    Salah seorang masyarakat Bireuen, Tarmuli M. Amin, berharap Pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi Paya Kareung dengan memasang lampu penerangan jalan umum di kawasan tersebut.


    Menurutnya, apabila jaringan listrik menjadi kendala, pemerintah dapat mempertimbangkan penggunaan lampu tenaga surya sebagai salah satu solusi. Yang terpenting, kata dia, persoalan penerangan jalan tersebut tidak terus dibiarkan tanpa kepastian.


    “Jangan tunggu sampai terjadi korban atau usaha masyarakat benar-benar mati baru pemerintah bergerak. Penerangan jalan bukan sekadar fasilitas, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi,” harapnya.


    Apalagi, Kabupaten Bireuen tidak lama lagi akan memperingati HUT ke-27. Momentum tersebut semestinya tidak hanya diwarnai seremoni dan slogan pembangunan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat secara nyata berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat di lapangan.


    Sangat ironis apabila di tengah semangat memperingati hari jadi daerah, masih ada kawasan di jalan nasional yang justru tenggelam dalam kegelapan.


    Pemerintah diharapkan tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Paya Kareung membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar janji atau wacana. Sebab, pembangunan sejatinya bukan hanya tentang membangun yang terlihat megah, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pelayanan yang layak.


    “Kegelapan tidak akan pernah berubah menjadi terang hanya dengan keluhan. Terang akan hadir ketika ada kepedulian, keberanian mengambil keputusan, dan tindakan nyata.”


    Kini masyarakat menunggu: apakah menjelang HUT ke-27 Bireuen, Paya Kareung akan tetap dibiarkan gelap, atau pemerintah benar-benar menghadirkan cahaya bagi masyarakat?


    (Hendra)

    Komentar

    Tampilkan