Gunungsitoli – Rangkaian Festival Literasi Kota Gunungsitoli Tahun 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026. Kegiatan tersebut ditutup secara resmi oleh Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H., di Halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Gunungsitoli, Jumat (25/9/2026).
Festival Literasi Kota Gunungsitoli Tahun 2026 menjadi ruang bagi pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, pustakawan, komunitas literasi hingga masyarakat umum untuk belajar, berbagi pengetahuan serta mengekspresikan kreativitas melalui berbagai kegiatan literasi.
Pada hari terakhir, suasana penutupan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan, di antaranya monolog, tari kreasi, atraksi kesenian sanggar serta kegiatan bercerita yang dibawakan para pelajar. Cerita rakyat dan legenda daerah yang ditampilkan anak-anak turut memperkaya rangkaian kegiatan sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui pendekatan literasi yang kreatif dan menyenangkan.
Wakil Wali Kota Gunungsitoli, Martinus Lase, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang mampu memahami informasi, berpikir kritis, mengembangkan gagasan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Menurutnya, budaya membaca perlu terus ditumbuhkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda. Penguatan budaya literasi, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama antara sekolah, keluarga, perpustakaan, komunitas dan seluruh lapisan masyarakat.
“Festival ini boleh berakhir, tetapi semangat literasi jangan berhenti sampai di sini. Mari terus membaca, belajar, berpikir, dan berkarya,” pesan Martinus.
Dengan berakhirnya festival tersebut, Pemerintah Kota Gunungsitoli berharap semangat literasi yang telah dibangun selama tiga hari dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas membaca, tetapi juga sebagai kemampuan memahami informasi, menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui keberlanjutan gerakan literasi, Kota Gunungsitoli diharapkan mampu membangun masyarakat yang semakin gemar membaca, kritis dalam menerima informasi, kreatif, berbudaya dan memiliki daya saing.
Festival Literasi Kota Gunungsitoli Tahun 2026 pun resmi ditutup. Namun, semangat membaca, belajar, berpikir dan berkarya diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan bersama yang tidak berhenti setelah berakhirnya rangkaian festival.
(Diskominfo Gunungsitoli.co.id/Yulianus)






%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









