• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Kondisi Drainase Kota Bireuen Buruk, Masyarakat Desak Pemerintah Segera Berbenah

    Friday, October 2, 2026, 17:24 WIB Last Updated 2026-10-02T10:24:17Z

    BIREUEN — Buruknya kondisi drainase di pusat Kota Bireuen kembali menjadi sorotan masyarakat. Setiap kali hujan deras mengguyur, sejumlah ruas jalan utama di pusat kota tak mampu menampung dan mengalirkan debit air dengan baik.


    Akibatnya, genangan bahkan dilaporkan mencapai setinggi lutut orang dewasa.

    Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa sistem drainase di pusat Kota Bireuen sudah tidak mampu menjalankan fungsinya secara optimal. Saluran yang seharusnya menjadi fasilitas penting untuk mengendalikan aliran air justru dihadapkan pada persoalan serius, mulai dari tumpukan sampah, sedimentasi, hingga sejumlah saluran yang telah tertutup secara permanen.


    Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa penanganan yang serius dan menyeluruh, dampaknya tidak hanya sebatas genangan air. Kerusakan badan jalan akan semakin parah, lingkungan menjadi tidak nyaman, aktivitas masyarakat terganggu, dan anggaran pemerintah untuk perbaikan jalan berpotensi kembali terkuras akibat persoalan yang sama.


    Kondisi tersebut kembali terlihat pada Jumat (2/10/2026), ketika hujan mengguyur Kabupaten Bireuen. Sejumlah titik di pusat kota kembali tergenang. Ironisnya, persoalan banjir akibat buruknya drainase ini bukanlah masalah baru. Keluhan serupa telah berlangsung bertahun-tahun, namun hingga kini masyarakat masih menantikan langkah nyata dan solusi yang benar-benar menyentuh akar persoalan.


    Bahkan, ketika hujan deras turun, kawasan di sekitar Pendopo Bupati Bireuen juga dilaporkan ikut terdampak genangan. Hal ini semestinya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, karena persoalan drainase bukan sekadar urusan teknis pembangunan, melainkan menyangkut keselamatan, kenyamanan, mobilitas, kesehatan lingkungan, serta efektivitas penggunaan uang negara.


    Salah seorang masyarakat Kota Juang, Anis, mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya hanya berfokus pada pembangunan dan perbaikan jalan, sementara sistem drainase yang menjadi salah satu penunjang utama infrastruktur perkotaan justru dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.


    “Pemerintah jangan hanya berpikir memperbaiki jalan. Drainase juga harus menjadi prioritas utama. Kalau drainasenya tidak dibenahi, jalan diperbaiki berulang kali pun persoalannya akan kembali. Jangan sampai uang negara terus dihabiskan untuk memperbaiki kerusakan yang sebenarnya bisa dicegah,” ujarnya.


    Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak lagi memandang persoalan drainase sebagai masalah kecil atau pekerjaan yang bisa ditunda. Drainase harus dibenahi secara menyeluruh, bukan sekadar dibersihkan ketika banjir sudah terjadi. Pemerintah perlu melakukan pemetaan titik rawan genangan, normalisasi saluran, membuka kembali jalur air yang tertutup, menertibkan saluran yang tidak berfungsi, serta memastikan pembangunan drainase terintegrasi dengan kondisi jalan dan tata ruang kota.


    Pembangunan yang baik bukan hanya tentang jalan yang mulus dan bangunan yang megah. Pembangunan yang benar adalah ketika masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara nyata, termasuk ketika hujan turun.


    Sebab, sangat menyedihkan jika sebuah kota terus memperbaiki wajahnya, tetapi membiarkan persoalan mendasar di bawahnya semakin parah. Air tidak pernah mengenal batas administrasi, tidak mengenal kepentingan dan tidak bisa dibungkam dengan janji. Ketika saluran ditutup dan drainase diabaikan, alam akan mencari jalannya sendiri.


    Masyarakat tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin kota yang aman, nyaman, tertata, dan mampu menghadapi hujan tanpa harus berubah menjadi lautan genangan.


    Bijaklah dalam membangun. Dengarkan keluhan masyarakat sebelum keluhan itu berubah menjadi keputusasaan. Karena setiap rupiah uang rakyat harus kembali dalam bentuk manfaat yang dirasakan rakyat. Dan setiap tetes hujan yang turun seharusnya menjadi berkah, bukan menjadi sumber keresahan bagi masyarakat Kota Bireuen.


    Saat berita ini ditayangkan, pihak pemerintah belum bisa dikonfirmasi,dalam keadaan sibuk. 


    ( Hendra)

    Komentar

    Tampilkan