Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu berlangsung pada Rabu (28/10/2026), dengan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Menghadapi Musibah: Memperkuat Kepedulian, Persaudaraan, dan Menjaga Kelestarian Alam.”
Tema tersebut mengandung pesan mendalam bahwa keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui ibadah dan ucapan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama, penguatan tali persaudaraan, serta tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan, terutama ketika masyarakat menghadapi berbagai ujian dan musibah.
Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Tgk. Mursyid dari Desa Paloh, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen. Dalam tausiah yang disampaikan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk kembali mengenang perjalanan hidup Rasulullah SAW sekaligus memperdalam kecintaan kepada beliau dengan meneladani akhlak mulia yang menjadi pedoman sepanjang zaman.
Nabi Muhammad SAW merupakan sosok teladan bagi seluruh umat manusia. Beliau dikenal memiliki sifat siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas). Keempat sifat tersebut menjadi landasan penting dalam membentuk pribadi yang beriman, berintegritas, bertanggung jawab, dan senantiasa berbuat kebaikan.
Rasulullah SAW lahir di Makkah pada Tahun Gajah dan menerima wahyu pertama ketika berusia 40 tahun di Gua Hira. Sejak saat itu, beliau mengemban risalah Islam dengan penuh kesabaran dan keteguhan, menghadapi berbagai tantangan demi menyampaikan ajaran yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Perjalanan hidup Rasulullah SAW mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak diukur dari kedudukan, kekayaan, ataupun kekuasaan, melainkan dari keimanan, akhlak, kesabaran, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, Maulid menjadi kesempatan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak selawat, mempererat silaturahmi, menumbuhkan semangat berbagi, dan membangun kepedulian terhadap sesama.
Santunan Anak Yatim, Wujud Kepedulian dan Kasih Sayang
Salah satu bagian yang penuh makna dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MTsN 5 Bireuen adalah pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan piatu.
Kegiatan sosial tersebut mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian serta kasih sayang. Santunan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga ungkapan ketulusan untuk menghadirkan kebahagiaan, menumbuhkan harapan, dan menguatkan semangat mereka dalam menatap masa depan.
Melalui kegiatan ini, lingkungan madrasah diharapkan semakin menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada para peserta didik, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, budi pekerti luhur, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala MTsN 5 Bireuen, Iskandar, S.Ag., M.Si., menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh tamu undangan serta semua pihak yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, dan akhlak mulia di lingkungan madrasah.
Peringatan Maulid Nabi juga diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada para siswa untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Memperingati Maulid Nabi bukan sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW, melainkan menghidupkan kembali ajaran dan akhlak mulia beliau dalam kehidupan. Sebab, cinta kepada Rasulullah tidak cukup diucapkan melalui selawat, tetapi harus dibuktikan melalui kepedulian kepada sesama, kasih sayang kepada anak yatim, ketulusan dalam berbagi, serta tanggung jawab menjaga bumi yang Allah SWT amanahkan kepada manusia.”
Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar MTsN 5 Bireuen diharapkan terus menumbuhkan generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial. Sebab, pendidikan sejati bukan hanya tentang mencerdaskan pikiran, tetapi juga melembutkan hati dan membentuk karakter yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan alam semesta.
( Hendra)


%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)








