• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Ribuan Masyarakat Padati Malam Pentas Seni, Meriahkan HUT ke-27 Kabupaten Bireuen

    Sunday, October 4, 2026, 12:56 WIB Last Updated 2026-10-04T05:56:00Z

    BIREUEN – Ribuan masyarakat dari 609 desa yang tersebar di 17 kecamatan dalam Kabupaten Bireuen memadati halaman Pendopo Bireuen untuk menyaksikan malam pentas seni dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Bireuen Tahun 2026, Sabtu (3/10/2026) malam.


    Meski gerimis menyelimuti suasana malam, antusiasme masyarakat tidak sedikit pun surut. Mereka tetap bertahan hingga rangkaian pertunjukan seni budaya berlangsung, seakan ingin menunjukkan bahwa hujan bukanlah alasan untuk meninggalkan sebuah perayaan yang sarat makna.


    Malam pentas seni tersebut menjadi salah satu rangkaian hiburan rakyat sekaligus ruang untuk memperkenalkan, merawat, dan melestarikan kekayaan seni budaya daerah. Kehadiran ribuan masyarakat dari berbagai pelosok Bireuen membuat suasana halaman Pendopo Bireuen semakin semarak.


    Beragam kesenian tradisional dan kreasi seni generasi muda ditampilkan dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bireuen tersebut.


    Pada malam pertama, pertunjukan dibuka dengan Seni Tari Saman persembahan Sanggar Jeumpa Dipulau MIN 12 Bireuen. Penampilan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi acara.


    Kemudian, kemeriahan dilanjutkan dengan penampilan Rapa’i dari Sanggar Bijeh Muda UPTD SMPN 2 Bireuen. Dentuman Rapa’i berpadu dengan semangat para penampil, menghadirkan nuansa khas budaya Aceh yang begitu kuat.


    Penampilan berikutnya adalah Tari Saboh Rasa dari Sanggar Gita Bahana Juang 21 UPTD SDN 21 Bireuen, yang turut memperkaya rangkaian pertunjukan malam itu.


    Deretan penampilan seni tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi gambaran bahwa kekayaan budaya akan terus hidup apabila dikenalkan dan diwariskan kepada generasi penerus.


    Seni bukan sekadar pertunjukan di atas panggung. Seni adalah ingatan sebuah daerah, jati diri sebuah bangsa, dan warisan yang akan tetap hidup ketika generasi muda mau mengenal, mencintai, serta melestarikannya.


    Pantauan media ini, kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme masyarakat hingga rangkaian acara berakhir.


    Semangat masyarakat yang tetap bertahan di tengah gerimis menjadi gambaran sederhana bahwa kecintaan terhadap budaya tidak mudah luntur oleh keadaan.


    Sebab, ketika masyarakat berkumpul untuk merayakan budaya, sesungguhnya mereka sedang merawat jati diri daerahnya sendiri.


    (Hendra)

    Komentar

    Tampilkan