• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Siduhu Lahagu, S.Pd,. Resmi Dilantik Jadi Ketua DPC GAMKI Nias Barat Periode 2026–2029

    Metronewstv.co.id
    Saturday, October 10, 2026, 21:20 WIB Last Updated 2026-10-10T14:20:04Z

    NIAS BARAT – Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Kabupaten Nias Barat masa bakti 2026–2029 resmi dilantik, Sabtu (10/10/2026). Pelantikan ini menjadi momentum baru bagi kebangkitan gerakan pemuda Kristen untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengambil peran nyata dalam pembangunan daerah.


    Prosesi pelantikan berlangsung di Cinta Lounge Hotel Soliga, Gunungsitoli, dipimpin langsung oleh Ketua DPD GAMKI Sumatera Utara, Swangro L. Batu, S.T., M.Si., didampingi jajaran pengurus DPD GAMKI Sumut, termasuk Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK), Berkat Marbun, S.H., beserta Sekretaris OKK.


    Pelantikan tersebut menandai dimulainya tanggung jawab kepengurusan baru dalam melanjutkan estafet organisasi sekaligus memperkuat eksistensi GAMKI sebagai wadah pembinaan generasi muda Kristen yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan memiliki komitmen terhadap pelayanan serta kemajuan masyarakat.


    Dalam susunan kepengurusan DPC GAMKI Nias Barat periode 2026–2029, Siduhu Lahagu, S.Pd., dipercaya sebagai Ketua, Sukur OK Daeli, S.Pd., sebagai Sekretaris, dan Firman Zai, SKM, sebagai Bendahara.


    Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa semangat pembaruan melalui konsolidasi organisasi, penguatan kapasitas kader, serta pembangunan kemitraan strategis dengan gereja, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat.


    Usai dilantik, Ketua DPC GAMKI Nias Barat, Siduhu Lahagu, S.Pd menegaskan bahwa amanah kepemimpinan yang dipercayakan kepadanya bukan sekadar jabatan organisatoris, melainkan tanggung jawab moral untuk membangun organisasi yang solid, terbuka, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


    “Amanah ini bukan sekadar tentang posisi atau jabatan, tetapi tentang tanggung jawab untuk membangun organisasi yang solid, terbuka, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh kader GAMKI Nias Barat untuk bersama-sama membangun organisasi dengan semangat persaudaraan, integritas, dan pelayanan,” ujarnya.


    Menurut Siduhu, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh figur pemimpin maupun struktur kepengurusan, tetapi juga oleh soliditas kader, kesamaan visi, serta kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.


    Ia menegaskan, GAMKI tidak boleh hanya dikenal melalui kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menunjukkan keberadaannya melalui gagasan konstruktif, kegiatan sosial, pembinaan generasi muda, dan keterlibatan aktif dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.


    “Kita tidak ingin GAMKI hanya hadir dalam kegiatan seremonial. GAMKI harus mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan generasi muda, memberikan gagasan, serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui kepemimpinan yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan hal tersebut,” tegasnya.


    Siduhu juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk generasi muda yang memiliki semangat, kreativitas, dan kemampuan menghadirkan gagasan baru.


    Melalui kepengurusan periode 2026–2029, GAMKI Nias Barat diharapkan mampu memperkuat pembinaan kader, mengembangkan potensi pemuda, serta membangun sinergi dengan gereja, pemerintah daerah, organisasi kepemudaan, lembaga masyarakat, dan unsur lainnya.


    Baginya, pemuda Kristen harus mampu mengambil peran lebih luas, tidak hanya dalam kehidupan bergereja, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Nilai-nilai iman, persaudaraan, keadilan, dan kepedulian sosial perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan masyarakat.


    “Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab dan pengabdian yang sesungguhnya. Amanah yang dipercayakan kepada kami harus dijawab melalui kerja nyata, integritas, solidaritas, dan keberanian menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif bagi kemajuan pemuda, gereja, masyarakat, dan Kabupaten Nias Barat,” tutupnya.


    Kepemimpinan baru DPC GAMKI Nias Barat menghadapi tantangan untuk menjadikan organisasi semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda dan dinamika pembangunan daerah. Penguatan kaderisasi, peningkatan kepedulian sosial, serta perluasan jejaring kemitraan menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang berdaya guna.


    Di tengah perubahan zaman, generasi muda dituntut tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga tampil sebagai bagian dari solusi. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan toleransi, penjagaan persatuan, serta partisipasi aktif dalam mendorong kemajuan daerah.


    Keberhasilan kepengurusan baru nantinya tidak semata-mata diukur dari program kerja yang disusun, tetapi dari konsistensi pelaksanaan, kualitas pengabdian, dan manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.


    Pergantian kepemimpinan juga menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, memperbarui semangat organisasi, serta melahirkan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Karena itu, seluruh kader diharapkan dapat menjaga solidaritas dan bekerja bersama dalam mewujudkan visi organisasi.


    Dengan berpegang pada semangat “Ora et Labora” atau berdoa dan bekerja, DPC GAMKI Nias Barat periode 2026–2029 diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai iman ke dalam pelayanan yang konkret, memperkuat peran pemuda Kristen dalam kehidupan bermasyarakat, serta berkontribusi bagi terwujudnya Kabupaten Nias Barat yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.


    Pelantikan telah dilaksanakan. Kini, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa kepemimpinan baru mampu menghadirkan perubahan melalui kerja nyata, komitmen pelayanan, dan pengabdian yang berkelanjutan.


    (Utema Gulo)

    Komentar

    Tampilkan