Kegiatan insyaallah berlangsung pada Sabtu malam Minggu, 14 November 2026, tersebut akan dipusatkan di kompleks Radio Sonya Manis, Jalan Pemuda, Desa Geudong-Geudong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.
Acara ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga sebagai ikhtiar menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat tali silaturahmi, serta menghidupkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Ketua Panitia, Hendra, menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum berharga bagi umat Islam untuk kembali merenungkan perjalanan hidup Rasulullah, meneladani akhlak mulia beliau, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Selain itu juga disampaikan bahwa, bagi masyarakat yang ingin berpatisipasi, menyumbang rejekinya untuk membantu suksesnya kegiatan inj, bisa melalui nomor Rek 7216550832,BSI.
Panitia juga mengucapkan terima kasih, semoga saja amal ibadah kita selalu diterima Alllah SWT.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya tidak hanya terungkap melalui lantunan selawat dan semaraknya peringatan Maulid, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, melalui kejujuran, kesabaran, keikhlasan, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama.
“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kelahiran seorang Rasul yang mulia, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali cahaya keteladanan beliau di dalam hati dan kehidupan kita. Selawat yang kita lantunkan hendaknya memperindah akhlak, tausiah yang kita dengarkan hendaknya membimbing langkah, dan kebersamaan yang kita bangun hendaknya melahirkan kepedulian serta kasih sayang kepada sesama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satu wujud nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW adalah kesediaan untuk berbagi kebahagiaan, terutama dengan anak-anak yatim dan piatu yang membutuhkan perhatian serta kasih sayang.
Dalam kehidupan, tidak semua anak tumbuh dengan pelukan lengkap kedua orang tua. Karena itu, kepedulian terhadap anak yatim dan piatu merupakan panggilan kemanusiaan yang sejalan dengan nilai-nilai kasih sayang dalam ajaran Islam.
“Jangan pernah mengukur besarnya kebaikan hanya dari jumlah yang diberikan, sebab bagi hati yang sedang membutuhkan kasih sayang, perhatian yang tulus dapat menjadi hadiah paling berharga. Terkadang, apa yang kita anggap kecil adalah sesuatu yang sangat berarti bagi mereka yang menerimanya.”
Melalui kegiatan ini, Radio Sonya Manis berharap semangat Maulid Nabi tidak berhenti pada seremoni, tetapi tumbuh menjadi gerakan kebaikan yang menguatkan persaudaraan, menumbuhkan empati, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai penutup, Hendra menyampaikan pesan penuh makna bahwa kehidupan akan terasa lebih indah ketika manusia tidak hanya memikirkan kebahagiaan dirinya sendiri, tetapi juga berusaha menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain.
“Kebaikan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Ia dapat berawal dari seuntai doa, selembar senyuman, sedikit rezeki yang dibagikan, atau kepedulian sederhana yang lahir dari hati yang tulus. Sebab, ketika tangan kita terulur untuk membantu sesama, sesungguhnya kita sedang menanam benih kebaikan yang kelak akan tumbuh menjadi keberkahan.”
Semoga setiap langkah kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas menjadi saksi amal di hadapan Allah SWT, dan semoga keberkahan Maulid senantiasa menerangi kehidupan masyarakat Bireuen dengan kedamaian, persaudaraan, dan kasih sayang. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
( Hendra)




%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)








