• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sports

    Pemkab Malaka Siapkan Labis Wehali, Sentra Kuliner Berkonsep Budaya Lokal

    Tuesday, November 3, 2026, 08:50 WIB Last Updated 2026-11-03T01:50:03Z

    MALAKA – Pemerintah Kabupaten Malaka berencana menata kembali kawasan lapak pedagang di kompleks Lapangan Umum Betun dengan mengusung konsep budaya lokal. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Pujasera tersebut akan berganti nama menjadi Labis Wehali dan dikembangkan sebagai sentra kuliner serta hiburan masyarakat.


    Rencana penataan kawasan tersebut dijadwalkan mulai dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang dengan melibatkan perbankan sebagai pihak ketiga dalam mendukung pembangunan fasilitas umum.


    Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malaka, Aloysius Werang, mengatakan bahwa rencana perubahan nama dan penataan kawasan tersebut telah mendapat persetujuan Bupati Malaka bersama seluruh anggota DPRD Kabupaten Malaka.


    "Pak Bupati dan semua anggota dewan setuju. Tahun depan akan kita tata lapak-lapak yang ada dengan konsep budaya Malaka dan kita libatkan bank-bank sebagai pihak ketiga," jelas Aloysius Werang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2026).


    Menurut Aloysius, Pujasera yang dibangun pada masa pemerintahan bupati sebelumnya akan dikembangkan dengan identitas baru, yakni Labis Wehali. Nama tersebut dipilih untuk mengangkat nilai-nilai budaya Malaka sekaligus menjadi identitas kawasan kuliner yang memadukan makanan tradisional dan kuliner kekinian.


    "Kalau saya lebih memilih konsep Labis Wehali, karena ada budayanya dan branding itu yang diangkat. Selain itu, kita jadikan sentra kuliner dan sentra hiburan," ujarnya.


    Ia menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada penataan lapak pedagang, tetapi juga penyediaan fasilitas pendukung untuk menunjang aktivitas ekonomi dan hiburan masyarakat.


    Menurutnya, jaringan listrik di sekitar kompleks Lapangan Umum Betun sebelumnya telah dipasang melalui beberapa meteran listrik untuk mendukung kegiatan hiburan, termasuk penyelenggaraan mini konser.


    Terkait desain pembangunan, Aloysius mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah berkomunikasi dengan konsultan perencana. Saat ini, Pemkab Malaka masih menunggu kedatangan konsultan tersebut untuk melanjutkan pengembangan desain dan persiapan pembangunan, termasuk penentuan titik nol pekerjaan.


    "Yang akan kita bangun itu selain MCK, juga ada paving block, drainase dan lainnya. Kita akan berkolaborasi dengan Bank NTT. Anggaran sudah kita siapkan, tahun depan akan mulai bangun," ungkapnya.


    Lebih lanjut, Aloysius mengatakan bahwa pemerintah daerah juga akan menyurati seluruh pedagang dan pemilik lapak di sekitar Lapangan Umum Betun untuk memberikan pemahaman terkait rencana penataan kawasan.


    Hal ini dilakukan agar para pedagang dapat memahami proses pembangunan, termasuk pemindahan sementara lapak selama pekerjaan berlangsung.


    Pemkab Malaka, lanjutnya, akan menyiapkan fasilitas tempat berjualan secara mobile bagi para pedagang, baik yang menjual kuliner tradisional maupun makanan kekinian. Dengan demikian, aktivitas ekonomi para pedagang tetap dapat berjalan selama proses pembangunan dan penataan kawasan.


    "Kita akan siapkan jualan mobile bagi lapak-lapak yang tradisional ataupun kekinian sehingga mereka juga mendapat pengawasan dari Pemda," katanya.


    Melalui pengembangan Labis Wehali, Pemkab Malaka berharap kawasan Lapangan Umum Betun tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga berkembang sebagai pusat kuliner, ruang hiburan, serta ruang publik yang menampilkan identitas dan kekayaan budaya lokal Malaka.

    (Fabianus Bria)

    Komentar

    Tampilkan