-->
  • Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bioa Putiak Rusak Sebelum Digunakan, BURARI Minta Audit dan Investigasi Menyeluruh

    Tuesday, July 7, 2026, 13:57 WIB Last Updated 2026-07-07T06:57:57Z

     

    LEBONG – Pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bioa Putiak, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, menjadi sorotan publik setelah sebagian bangunan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan atau ambruk sebelum sempat digunakan.


    Informasi mengenai rusaknya bangunan yang baru selesai dibangun itu diperoleh awak media dari salah seorang warga Desa Bioa Putiak yang enggan disebutkan namanya. Ia mengaku melihat langsung kondisi bangunan yang mengalami kerusakan pada Senin sore (06/07/2026).


    “Pada Senin sore saya melihat ada bagian Gedung Koperasi Desa Merah Putih yang ambruk atau rusak. Padahal saat itu tidak ada angin kencang maupun gempa bumi, hanya hujan biasa yang mengguyur wilayah desa kami. Untung saja gedung tersebut belum beroperasi. Jika sudah digunakan, tentu bisa membahayakan keselamatan petugas koperasi maupun masyarakat yang datang ke sana,” ujarnya.


    Untuk memastikan informasi tersebut, awak media kemudian melakukan konfirmasi kepada Camat Pinang Belapis, Kusrin, melalui sambungan telepon seluler. Camat membenarkan adanya kerusakan pada bangunan tersebut.


    “Iya benar, telah terjadi kerusakan pada bagian Gedung Koperasi Merah Putih Desa Bioa Putiak pada Senin sore. Saya mendapatkan informasi dari warga dan besok saya bersama pihak terkait akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang sebenarnya,” jelas Kusrin.


    Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait lainnya guna memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai penyebab kerusakan bangunan tersebut, termasuk pihak pelaksana pekerjaan dan instansi teknis yang bertanggung jawab terhadap pembangunan gedung.


    Sementara itu, Ketua Investigasi Ormas BURARI Provinsi Bengkulu menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai kerusakan bangunan yang terjadi sebelum gedung digunakan harus menjadi perhatian serius dan perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.


    “Kami sangat menyayangkan adanya gedung yang baru dibangun namun sudah mengalami kerusakan sebelum dimanfaatkan oleh masyarakat. Kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan instansi terkait. Kami meminta dilakukan audit teknis secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kerusakan tersebut,” tegasnya.


    Menurutnya, apabila nantinya ditemukan adanya dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis, kualitas material yang tidak memenuhi standar, maupun kelalaian dalam pelaksanaan pekerjaan, maka pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.


    “Jangan sampai anggaran yang bersumber dari uang negara digunakan untuk pekerjaan yang kualitasnya tidak sesuai harapan masyarakat. Kami meminta agar dilakukan investigasi secara transparan dan hasilnya disampaikan kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tambahnya.


    BURARI juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera mengambil langkah penanganan agar kerusakan tidak semakin parah serta memastikan keamanan bangunan sebelum nantinya digunakan oleh masyarakat.


    (Metri)

    Komentar

    Tampilkan