Kegiatan yang mengusung tema "Peran Generasi Muda Islami dalam Menghadapi Tantangan Industrialisasi Kota Cilegon" tersebut diikuti oleh sebanyak 52 mahasiswa LPDI sebagai peserta.
Dalam kesempatan itu, H. Iip Arief Budiman memberikan motivasi sekaligus berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan industri di Kota Cilegon. Menurutnya, dunia industri saat ini menghadirkan tantangan yang tidak ringan sehingga diperlukan keseimbangan antara kompetensi profesional dan nilai-nilai keagamaan.
"Saya pikir tantangan kita di hadapan industri saat ini sangat berat. Peran LPDI sangat penting sebagai penyeimbang, membekali masyarakat khususnya para calon maupun karyawan industri agar tidak semata-mata terjebak dalam rutinitas pekerjaan, tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai agama dan ibadah," ujarnya.Ia menegaskan bahwa bekal ilmu agama merupakan modal penting untuk meraih kesuksesan di masa depan. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bekerja, tetapi juga oleh karakter dan spiritualitas yang kuat.
Selain memberikan motivasi, H. Iip juga memaparkan sejarah berdirinya industri baja di Kota Cilegon. Ia menjelaskan perjalanan hingga Cilegon dipilih sebagai pusat industri baja nasional, sekaligus mengaitkannya dengan nilai-nilai dakwah dan peran umat Islam dalam mengiringi kemajuan pembangunan industri.
Melalui kegiatan Studium General ini, diharapkan para mahasiswa LPDI mampu mempersiapkan diri menjadi generasi muda Islami yang memiliki kompetensi, integritas, dan akhlak mulia, sehingga siap menghadapi tantangan dunia industri tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan. (Vie)







.jpg)



