• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Anak Ulama Bengkulu Alami Patah Rahang, Keluarga Desak Transparansi Hukum

    Friday, August 21, 2026, 11:36 WIB Last Updated 2026-08-21T04:36:08Z

     

    BENGKULU, 21 Agustus 2026 — Dugaan tindak kekerasan secara bersama-sama atau pengeroyokan kembali terjadi di kawasan wisata Kota Bengkulu. Korban yang diketahui merupakan anak dari tokoh agama Bengkulu, Ustadz Rahman Tamrin, S.Ag., dilaporkan mengalami luka serius berupa patah tulang rahang.


    Peristiwa tersebut diduga melibatkan oknum anggota SPPG Pantai Berkas, Kota Bengkulu.


    Pihak keluarga korban menyampaikan kekecewaannya karena hingga saat ini belum terlihat adanya itikad baik maupun tanggung jawab nyata dari pihak yang diduga terlibat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kemanusiaan.


    Meski demikian, keluarga korban memilih menempuh jalur hukum dan meminta aparat kepolisian mengusut kasus tersebut secara tuntas, transparan, adil, serta tanpa tebang pilih.


    “Kami datang bukan untuk memicu kegaduhan, melainkan sebagai orang tua yang menuntut keadilan bagi anak kami yang menjadi korban penganiayaan berat. Kami meminta proses hukum dilakukan secara transparan, adil, dan objektif,” ujar Ustadz Rahman Tamrin, Jumat (21/08/2026).


    Menunggu Konfirmasi Pihak SPPG


    Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan atau cover both sides, konfirmasi terkait dugaan keterlibatan anggota SPPG Pantai Berkas dalam insiden tersebut masih terus diupayakan kepada pihak manajemen atau perwakilannya.


    Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak pengelola kawasan wisata untuk memberikan keterangan maupun menyampaikan kronologi kejadian berdasarkan versi mereka.


    Sementara itu, Ustadz Rahman Tamrin mengimbau masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), serta media di Provinsi Bengkulu untuk bersama-sama mengawal proses hukum kasus tersebut.


    Ia berharap pengawalan tersebut dapat memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai aturan dan berada di jalur yang benar.


    Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi dari pihak SPPG Pantai Berkas masih terus diupayakan.


    (Metri)

    Komentar

    Tampilkan