Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pada Senin, 25 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Abiya H. Muhammad Yusuf bin Muhammad Nasir (Abiya Jeunieb), Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., serta jajaran pengurus baru BMU Kabupaten Pidie Jaya.
Peletakan batu pertama menjadi penanda resmi dimulainya proses pembangunan rumah muallaf di wilayah tersebut. Kehadiran berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah dan jajaran BMU,
mencerminkan adanya perhatian serta dukungan terhadap ikhtiar sosial yang dilakukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Bagi BMU, pembangunan rumah bagi masyarakat bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.
Selama ini, BMU telah menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk pembangunan rumah bagi masyarakat di sejumlah wilayah Aceh serta rumah yang diperuntukkan bagi para muallaf.
Pembangunan rumah muallaf ini diharapkan tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman, nyaman, dan kepedulian kepada saudara-saudara yang telah memilih Islam sebagai jalan hidupnya.
Untuk pembangunan rumah muallaf di Gampong Rheng Krueng, sejumlah informasi teknis seperti identitas penerima manfaat, jumlah unit yang dibangun, nilai pembangunan, sumber pembiayaan, serta target penyelesaian belum tersedia secara rinci. Oleh karena itu, informasi tersebut belum dicantumkan dalam pemberitaan ini.
Dengan dimulainya pembangunan, seluruh proses selanjutnya diharapkan dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan rencana hingga rumah tersebut selesai dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Lebih dari sekadar mendirikan sebuah bangunan, pembangunan rumah ini merupakan ikhtiar untuk menghadirkan kepedulian dalam bentuk nyata. Sebab, rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga tempat menumbuhkan harapan, membangun ketenteraman, dan meneguhkan bahwa setiap insan yang membutuhkan memiliki hak untuk merasakan kepedulian dari sesamanya.
Semoga langkah kecil ini menjadi amal kebajikan yang terus mengalir dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk bersama-sama menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Ketika kepedulian diwujudkan dengan keikhlasan dan gotong royong, sesuatu yang sederhana dapat menjadi jalan lahirnya harapan yang besar.
( Hendra



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









