• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Bupati Pidie Jaya Santuni 360 Anak Yatim dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

    Tuesday, August 25, 2026, 20:41 WIB Last Updated 2026-08-25T13:41:10Z

    PIDIE JAYA — Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., menghadiri rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di tiga kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (25/8/2026). Dalam momentum penuh keberkahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya turut memberikan santunan kepada 360 anak yatim.


    Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan di tiga lokasi utama, yakni Masjid Al-Istiqamah, Kecamatan Bandar Dua; Masjid At-Taqwa, Kecamatan Jangka Buya; serta Masjid Baitul Aman, Kecamatan Ulim.


    Santunan kepada anak yatim merupakan wujud nyata kepedulian dan kasih sayang kepada generasi yang telah kehilangan sosok ayah. Dalam ajaran Islam, memuliakan dan menyantuni anak yatim merupakan amal kebajikan yang memiliki keutamaan besar serta mencerminkan nilai kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.


    Rasulullah SAW juga memberikan teladan yang begitu luhur dalam memuliakan anak yatim. Karena itu, kepedulian terhadap mereka tidak semestinya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi harus diwujudkan melalui perhatian, perlindungan, pendidikan, dan kasih sayang yang berkelanjutan.


    “Kebaikan yang diberikan kepada anak yatim mungkin tidak selalu kembali dalam bentuk yang kita lihat, tetapi insyaallah akan kembali sebagai keberkahan dalam kehidupan.”


    Dalam kunjungannya, Bupati Pidie Jaya didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten Setdakab, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI), Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Bagian Pemerintahan, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Pidie Jaya, M. Riza Andika.


    Bupati H. Sibral Malasyi juga menyerahkan santunan secara langsung kepada anak-anak yatim sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat diharapkan menjadi simbol bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kepedulian, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.


    Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi momentum muhasabah, memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat, terlebih setelah Pidie Jaya melalui berbagai ujian akibat bencana yang pernah melanda daerah tersebut.


    Menurutnya, semangat Maulid harus diterjemahkan melalui keteladanan terhadap akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diajak untuk memperbanyak selawat, mempererat silaturahmi, serta mengamalkan nilai-nilai luhur yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, kesabaran, kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama.


    Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

    Peringatan Maulid menjadi kesempatan untuk kembali bercermin kepada akhlak Rasulullah SAW. Keteladanan beliau dalam memperlakukan sesama, terutama kaum lemah dan anak yatim, merupakan pesan penting yang harus terus hidup di tengah masyarakat.


    Bangkit Bersama dari Ujian

    Bencana yang pernah dialami masyarakat Pidie Jaya hendaknya menjadi pelajaran sekaligus titik awal untuk bangkit bersama. Musibah tidak hanya mengajarkan tentang ketabahan, tetapi juga mengingatkan pentingnya persaudaraan, gotong royong, dan empati antarwarga.


    Pemulihan yang Menyeluruh

    Pemulihan pascabencana tidak semata-mata berkaitan dengan pembangunan kembali rumah, jalan, fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya. Yang tidak kalah penting adalah memulihkan semangat, ketenangan batin, rasa percaya diri, serta kekuatan sosial masyarakat.


    Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting untuk membawa Pidie Jaya menuju masa depan yang lebih baik.


    Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dan memperkokoh kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dari masjid, dari doa, dan dari kepedulian kepada sesama, diharapkan lahir kekuatan baru untuk membangun Pidie Jaya yang lebih tangguh, maju, dan penuh keberkahan.


    “Sesungguhnya daerah yang kuat bukan hanya dibangun dengan kokohnya infrastruktur, tetapi juga dengan kokohnya persaudaraan, kepedulian, dan keimanan masyarakatnya.”


    Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat ukhuwah, memperbanyak amal kebaikan, serta bersama-sama bangkit dari setiap ujian.


    Semoga Kabupaten Pidie Jaya senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT, menjadi daerah yang semakin kuat, tangguh, sejahtera, dan masyarakatnya senantiasa hidup dalam persaudaraan serta kedamaian. 


    (Hendra)

    Komentar

    Tampilkan