• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Dualisme Agenda Motocross HUT ke-81 RI Disorot, Pendiri IAS Minta Kepentingan Pembalap Muda Jangan Dikorbankan

    Metronewstv.co.id
    Saturday, August 15, 2026, 17:18 WIB Last Updated 2026-08-15T10:18:39Z

    TAPANULI UTARA – Rencana pelaksanaan kegiatan motocross/otomotif dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Tapanuli Utara, khususnya Siborongborong, menuai sorotan.


    Sorotan tersebut disampaikan salah satu pendiri Ikatan Anak Siborongborong (IAS), Tongam Manalu, S.H., M.H. Ia menyayangkan munculnya dua agenda motocross yang disebut akan berlangsung pada waktu yang bersamaan, bahkan dikabarkan memperebutkan trofi dari pihak yang sama.


    Menurut Tongam, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dualisme penyelenggaraan yang pada akhirnya dapat berdampak terhadap para pembalap, khususnya croser muda yang selama ini membutuhkan ruang untuk mengembangkan bakat dan prestasi.


    “Kami sangat menyayangkan kalau sampai terjadi dualisme acara motocross atau otomotif dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bagaimana bisa ada dua kegiatan motocross di Tapanuli Utara atau Siborongborong dalam waktu yang sama dan memperebutkan trofi dari orang yang sama?” ujar Tongam.


    Ia menegaskan, persoalan tersebut jangan sampai hanya dilihat dari sisi siapa penyelenggara kegiatan. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah memastikan kegiatan olahraga otomotif berjalan tertib, sesuai regulasi, serta tidak merugikan pembalap yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti perlombaan.


    Tongam juga meminta agar kepentingan individu maupun kelompok tidak mengorbankan generasi muda, terutama para pembalap dan croser yang tengah membangun karier serta prestasi di bidang olahraga otomotif.


    Karena itu, ia berharap seluruh pihak mengedepankan aturan organisasi olahraga otomotif dan berkoordinasi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai organisasi yang memiliki kewenangan dalam pembinaan dan penyelenggaraan olahraga otomotif.


    Tongam menjelaskan bahwa IAS bersama IMI memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan kegiatan otomotif untuk memeriahkan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Siborongborong dan wilayah Tapanuli Raya.


    Menurutnya, agenda pada tanggal 16 dan 17 Agustus selama kurang lebih 24 tahun telah menjadi bagian dari tradisi kegiatan otomotif yang dikenal masyarakat. 


    “IAS dan IMI sudah puluhan tahun, bahkan sekitar 24 tahun, memiliki agenda dalam memeriahkan kemerdekaan. Tanggal 16 dan 17 Agustus sudah menjadi agenda yang selama ini dikenal sebagai kegiatan resmi IAS dan IMI di Tapanuli Raya. Karena itu, kami berharap jangan sampai muncul kegiatan yang justru menimbulkan dualisme dan persoalan baru,” katanya.


    Ia menilai kepercayaan yang telah diberikan kepada Tapanuli Utara, khususnya Siborongborong, untuk menjadi bagian dari agenda otomotif harus dijaga bersama. Jangan sampai persoalan internal dalam penyelenggaraan kegiatan justru berdampak pada citra daerah maupun keberlangsungan pembinaan atlet otomotif.


    Tongam kembali menekankan bahwa pembalap muda tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan akibat adanya perbedaan kepentingan dalam penyelenggaraan kegiatan.


    Menurutnya, para pembalap yang mengikuti kejuaraan tentu telah mempersiapkan fisik, kendaraan, biaya, hingga waktu untuk mengikuti perlombaan. Karena itu, kepastian mengenai agenda dan legalitas kegiatan menjadi hal penting.


    “Kita berharap Pemerintah Tapanuli Utara dan masyarakat, khususnya masyarakat Siborongborong, dapat menjaga kepercayaan IMI. Amanah yang sudah puluhan tahun diberikan kepada Tapanuli Utara, khususnya Siborongborong, harus kita jaga bersama. Jangan sampai persoalan kegiatan justru berdampak kepada pembalap muda yang tidak mengetahui persoalan di baliknya,” tegasnya.


    Ia pun mengajak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, masyarakat, panitia penyelenggara serta pihak-pihak terkait untuk mengedepankan komunikasi dan koordinasi guna mencari solusi terbaik.


    Di sisi lain, Tongam mengingatkan bahwa keberadaan IAS tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjalanan masyarakat Siborongborong.


    Menurutnya, IAS dibentuk dengan semangat untuk merajut kembali persaudaraan dan memperkuat persatuan masyarakat Siborongborong yang pada masa lalu pernah mengalami konflik sosial dan perpecahan.


    “Kita tidak bisa melupakan sejarah. IAS dibentuk dengan semangat untuk menjalin kembali persaudaraan. Pada masa lalu, masyarakat Siborongborong pernah mengalami perpecahan yang berdampak pada kehidupan sosial dan bahkan mengorbankan nyawa serta harta benda. Pada saat itu, IAS hadir dan mengambil bagian dalam upaya mempersatukan masyarakat,” ungkapnya.


    Karena itu, ia berharap semangat persaudaraan tersebut tetap menjadi dasar dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk olahraga otomotif.


    Menurut Tongam, motocross seharusnya tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan hiburan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda, penyaluran bakat, pencapaian prestasi, sekaligus sarana mempererat persatuan masyarakat.


    Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak justru diwarnai persoalan yang dapat merugikan atlet maupun mencederai kepercayaan terhadap Tapanuli Utara sebagai daerah penyelenggara kegiatan otomotif.


    “Jangan sampai kepentingan sesaat mengorbankan masa depan para pembalap muda. Kita ingin motocross menjadi ajang prestasi, hiburan masyarakat dan pemersatu. Mari kita duduk bersama, berkoordinasi dengan IMI dan mencari solusi terbaik demi nama baik Tapanuli Utara serta masa depan olahraga otomotif di daerah ini,” pungkas Tongam.


    (Edys Lumbantoruan)

    Komentar

    Tampilkan