Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Malaka tersebut tidak hanya melibatkan paguyuban dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun instansi pemerintah pusat yang berada di wilayah Kabupaten Malaka, tetapi juga melibatkan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Selain itu, sejumlah komunitas pencak silat dan organisasi kategorial gereja turut ambil bagian dalam memeriahkan karnaval kemerdekaan tersebut.
Arak-arakan karnaval diawali dari lapangan depan Gereja Paroki Santa Maria Fatima Betun. Peserta kemudian bergerak menuju Kantor Bupati Malaka, berlanjut memasuki wilayah Desa Kamanasa, menuju wilayah Desa Harekakae, dan selanjutnya kembali ke titik akhir di wilayah Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah.
Beragam kreativitas ditampilkan peserta sepanjang rute karnaval. Masing-masing paguyuban, organisasi maupun instansi berupaya menampilkan ciri khas dan potensi yang dimiliki sebagai bagian dari semangat memperingati kemerdekaan Indonesia.
Salah satu penampilan yang mendapat perhatian adalah dari Paguyuban/Ikatan Keluarga Lamaholot Flores Timur (Flotim) yang menampilkan kekhasan budaya daerah asalnya dalam kemasan karnaval budaya.
Kreativitas juga ditampilkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka dengan mengangkat konsep hasil-hasil pertanian yang menjadi potensi Kabupaten Malaka. Berbagai hasil pertanian ditampilkan sebagai bentuk promosi terhadap potensi pangan lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan pertanian daerah kepada masyarakat.
Sementara dari kalangan pelajar, kemeriahan semakin terasa dengan penampilan drum band dari SMA Sinar Pancasila Betun, SD dan SMP Hati Tersuci Maria Betun, serta SMA Negeri Harekakae.
Penampilan para pelajar tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena menggabungkan kedisiplinan, kreativitas, dan semangat generasi muda dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Karnaval berlangsung mulai pukul 16.00 WITA hingga sekitar pukul 18.30 WITA. Sepanjang kegiatan, masyarakat tampak antusias menyaksikan arak-arakan peserta yang membawa berbagai konsep bernuansa kemerdekaan dan budaya daerah.
Pelaksanaan karnaval juga berlangsung tertib dan aman. Pengamanan dilakukan secara ketat oleh jajaran Kepolisian Resor Malaka guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi peserta dan masyarakat yang menyaksikan.
Karnaval budaya tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Kabupaten Malaka untuk memperlihatkan keberagaman budaya, kreativitas generasi muda, potensi pertanian, serta semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semangat kemerdekaan pun terasa kuat sepanjang jalannya karnaval, dengan masyarakat dari berbagai kalangan bersatu dalam suasana penuh kegembiraan menyambut peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
( Fabianus Bria )








