Program Revitalisasi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ini bertujuan meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana sekolah yang rusak.
Untuk SMPN 4 Rejang Lebong, *pagu anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 1,27 miliar*. Dana tersebut akan digunakan untuk *rehabilitasi 12 ruang kelas, 1 ruang administrasi, dan pembangunan toilet* sekolah.
Kegiatan titik nol dihadiri *Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong*, *Isfardi* Kajari/Kasi Datun Kejari Rejang Lebong, *M. Ali* Anggota DPRD Komisi I, *Tipen Reserin* Camat Curup Utara, *Bayu Panggi* Kabid SMP Dinas Pendidikan, dan *Zanton Efendi* Kepala Sekolah SMP N 4 RL.
Hadir pula *Gilang Andrian* Babinsa, *Bertin Umarsyah* Bhabinkamtibmas, *Argo Saputra* mewakili Kades Perbo, *Imam Desa Perbo*, *Rachmad N* perencana, *A. Ruslan* pengawas, dan *M. Novian Afrizal, S.Pd.I* Ketua P2SP SMPN 4.
Kepala Sekolah Zanton Efendi bersyukur SMPN 4 masuk program nasional. "Selama ini 12 ruang kelas kami kondisinya memprihatinkan. Ada yang bocor, lantai rusak. Ruang administrasi juga sudah tidak layak. Toilet juga perlu perbaikan total. Dengan program Revitalisasi Kemendikbud ini kami sangat terbantu," katanya.
Isfardi dari Kejari Rejang Lebong menegaskan akan mengawal anggaran Rp 1,27 miliar tersebut. "Program Revitalisasi Kemendikbud ini uang negara. Kami dari Kejari siap melakukan pendampingan dan pengawasan agar pelaksanaan sesuai aturan dan tidak ada penyimpangan," ujarnya.
Anggota DPRD Komisi I M. Ali menyampaikan dukungan. "Revitalisasi ini penting. Dengan 12 kelas yang direhab plus toilet baru, siswa bisa belajar lebih nyaman. DPRD akan terus mengawasi agar hasilnya maksimal," tegasnya.
Camat Curup Utara Tipen Reserin mengapresiasi program ini. "Ini bukti perhatian pemerintah pusat dan daerah ke pendidikan di desa. Masyarakat Perbo siap mendukung agar pengerjaan lancar," katanya.
Kabid SMP Dinas Pendidikan Bayu Panggi menjelaskan, Program Revitalisasi Kemendikbud menyasar sekolah yang datanya valid di Dapodik dan memiliki kerusakan berat. "Setelah titik nol ini kita masuk tahap lelang. Targetnya pengerjaan dimulai September 2026," jelasnya.
Ketua P2SP SMPN 4 M. Novian Afrizal berharap semua pihak ikut mengawasi. "Ini Rp 1,27 miliar untuk anak-anak kami. Kami ingin hasilnya benar-benar berkualitas dan bisa dipakai puluhan tahun ke depan," pungkasnya.
Dengan ditentukannya titik nol, SMPN 4 Rejang Lebong selangkah lebih dekat memiliki sarana belajar yang layak sesuai standar Program Revitalisasi Kemendikbud.
(Midi)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









