• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Tumpukan Antrean Kendaran Di (SPBU) Yang Mengharapkan Mudah Dalam Membeli BBM Pertalite Dan Pertamax

    Wednesday, August 5, 2026, 13:53 WIB Last Updated 2026-08-06T02:33:50Z

    SAMPIT - Masalah distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), kembali terjadi setelah beberapa bulan sempat stabil. Beberapa waktu terakhir, setidaknya kondisi itu dirasakan masyarakat  Kotawaringin Timur (Kotim).


    Selain terlihat antrean kendaraan yang mengular di SPBU, juga terjadi kelangkaan ditingkat pengecer.


    Di Kabupaten Kotim, dalam beberapa hari terakhir antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU, terauma bagi warga yang ingin mengisi Pertalite dan Pertamax. Kondisi itu pun direspon Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim, yang akan segera memanggil pihak Pertamina untuk mengetahui penyebab pasti kelangkaan pasokan BBM, hingga memicu antrean tersebut.



    Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, berdasarkan informasi awal, antrean diduga dipengaruhi berkurangnya pasokan di tengah meningkatnya kebutuhan BBM selama musim kemarau ini.


    Salah satunya untuk operasional pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung hampir setiap hari, serta meningkatnya aktivitas pertambangan rakyat,


    BPBD dan tim pemadam setiap hari membutuhkan BBM untuk penanganan karhutla dan kebanyakan juga pekerja mendulang emas itu perlu BBM. Itu mungkin salah satu penyebabnya. Bisa tanyakan langsung ke Depot Pertamina karena mereka yang mengetahui persoalan teknisnya, kalau saya hanya melihat secara umum, atau mungkin karena hal lain yang terhambat biasanya ada kendala yang membuat pasokan BBM itu berkurang atau memang kebutuhan kita meningkat," ujar Halikinnor, 


    Menurut Halikinnor, Pemkab belum mengajukan penambahan kuota BBM subsidi. Langkah tersebut baru akan diputuskan setelah mendapatkan kan penjelasan dari Pertamina mengenai penyebab antrean yang terjadi.


    "Kita ingin panggil dulu Kepala Pertamina, apa masalahnya. Kalau memang kuotanya berkurang, tentu akan kita ajukan penambahan sesuai kebutuhan masyarakat," tegasnya.


    Antrean kendaraan untuk mengisi BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Sampit seperti di SPBU Jalan Pelita, Jalan MT Haryono dan Sudirman km 3, antrean mobil terlihat memanjang hingga keluar area SPBU dan sampai ke depan Bundaran Balanga.



    Salah seorang warga Sampit mengungkapkan, antrean terjadi diduga dipengaruhi selisih harga Pertalite dan Pertamax yang cukup jauh, sehinga masyarakat lebih memilih BBM bersubsidi.


    Saya punya barcode Pertalite, tapi karena antreannya berjam-jam akhirnya terpaksa isi Pertamax. Kalau isi penuh selisih biayanya bisa sampai Rp100 ribu. Bagi kami ynag bekerja, antre lama juga tidak memungkinkan," keluhnya.


    (JN)

    Komentar

    Tampilkan