
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula pada Rabu, 5 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Daeng Syahnan Marunduri bersama seorang rekannya berangkat dari Pulau Hinako menuju kebun kelapa di Pulau Hamutala dengan menggunakan sebuah perahu. Sesampainya di lokasi, kondisi ombak yang cukup besar membuat perahu tidak dapat merapat ke bibir pantai sehingga perahu ditambatkan menggunakan jangkar di perairan sekitar pulau.
Sekitar pukul 14.00 WIB, korban hendak kembali menuju Pulau Hinako. Namun nahas, tali jangkar perahu tiba-tiba putus sehingga perahu hanyut terbawa arus. Korban kemudian berusaha berenang mengejar perahu, tetapi diduga kelelahan dan terseret arus laut hingga akhirnya hilang dari pandangan.
Keesokan harinya, Kamis, 6 Agustus 2026 Pukul 06.37 WIB, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias serta meminta bantuan untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Menindaklanjuti laporan itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias, Putu Arga Sujarwadi, S.H., M.M., melalui Kasubsi Operasi dan Siaga, Binsar H. Sinaga, S.E., segera memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 11.00 WIB, tim tiba di Pantai Sirombu dan langsung berkoordinasi dengan keluarga korban, Camat Sirombu, BPBD Kabupaten Nias Barat, serta masyarakat setempat sebelum bergerak menuju Pulau Hinako untuk memulai operasi pencarian.
Tim SAR Gabungan kemudian menyisir perairan di sekitar Pulau Hamutala dan jalur yang diperkirakan menjadi lintasan korban terbawa arus. Upaya pencarian dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur SAR serta dukungan masyarakat dan nelayan setempat.
Sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis (06/08/2026), Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan selamat di Pantai Moale, Kabupaten Nias Selatan. Korban diketahui berhasil bertahan setelah hanyut terbawa arus laut dan akhirnya ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut. Selanjutnya korban dievakuasi menuju Pelabuhan Sirombu.
Setibanya di Pelabuhan Sirombu, korban langsung menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi korban dinyatakan baik dan tidak mengalami luka serius.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Nias, Putu Arga Sujarwadi, S.H., M.M., mengapresiasi kerja sama seluruh unsur SAR gabungan, masyarakat, dan nelayan yang telah berperan aktif hingga operasi pencarian berhasil membuahkan hasil.
«"Alhamdulillah, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang baik dari seluruh unsur SAR gabungan serta dukungan masyarakat dan nelayan yang turut membantu proses pencarian. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam operasi ini," ujarnya.»
Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan secara resmi menutup Operasi SAR. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama selama pelaksanaan operasi.
Operasi ini melibatkan personel Kantor SAR Nias, Koramil Sirombu, Polsek Sirombu, Camat Sirombu, BPBD Kabupaten Nias Barat, keluarga korban, serta masyarakat setempat, dengan dukungan berbagai peralatan SAR, termasuk Rescue Car Double Cabin, LCR beserta motor tempel 30 PK, peralatan SAR air, peralatan medis, alat komunikasi, dan alat pelindung diri.
(Utema Gulo)







