Sejak pagi, warga mulai memadati sepanjang ruas Jalan Wates, dari Bundaran Wates hingga kawasan Tri Jaya Motor. Jalan yang biasanya dipenuhi arus kendaraan untuk sementara berubah menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.
Tak hanya warga yang datang untuk berolahraga. CFD perdana ini juga menjadi ruang interaksi masyarakat, tempat keluarga menghabiskan waktu bersama, sekaligus mendorong geliat aktivitas ekonomi melalui beragam kuliner dan usaha masyarakat yang hadir di sepanjang lokasi kegiatan.
Antusiasme warga terlihat dari beragam aktivitas yang berlangsung. Ada yang berjalan santai, bersepeda, berolahraga bersama keluarga, menikmati jajanan, hingga sekadar duduk dan menikmati suasana pagi tanpa kepadatan kendaraan.
CFD perdana Wates tidak sekadar menutup jalan dari kendaraan. Kehadiran kegiatan ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik yang aman, nyaman, dan dapat digunakan bersama. Ruang tersebut sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka kepada masyarakat.
Tingginya partisipasi warga sejak pelaksanaan perdana menjadi catatan penting. Jika dikelola secara konsisten dan ditunjang dengan pengaturan lalu lintas, kebersihan, keamanan, serta penataan pelaku usaha yang baik, CFD berpotensi berkembang menjadi agenda publik yang tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan memperkuat interaksi sosial masyarakat Wates.
CFD perdana ini menjadi awal bagi Wates untuk memiliki ruang publik mingguan yang lebih hidup. Jalan bukan hanya menjadi jalur kendaraan, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemu, bergerak, beraktivitas, dan menghidupkan ekonomi masyarakat.
(TR)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









