• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Detik-Detik Menkeu Pro Rakyat Dijatuhkan Seperti Sampah: Pagi Bongkar 40 Pabrik China Rp1 Triliun, Sore Jadi Pengangguran

    Sunday, September 20, 2026, 17:31 WIB Last Updated 2026-09-20T10:31:49Z

    PALEMBANG - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dicopot Presiden Prabowo Subianto Senin (14/9/2026) hanya tiga jam setelah membongkar dugaan mafia pajak 40 perusahaan baja China yang merugikan negara Rp1 triliun per perusahaan.


    Purbaya dilantik Senin, 8 September 2025menggantikan Sri Mulyani, dan dicopot Senin, 14 September 2026 - menjabat 1 tahun 6 hari.


    Pukul 11.00 WIB di DPD RI Senayan, Purbaya mengungkap: "Saya punya list 40 perusahaan baja China. Saya perintahkan pegawai pajak periksa, satu pun enggak diperiksa."


    Pukul 14.30 WIB rapat dihentikan karena telepon Mensesneg Prasetyo Hadi. Pukul 15.34 WIB, Suahasil Nazara dilantik sebagai Menkeu baru.


    Kenapa Purbaya diganti? Saham stabil atau tidak pro pasar?


    Saat Purbaya dilantik 8 September 2025, IHSG anjlok 1,29% ke 7.766 karena pasar menilai dia tidak pro pasar. Senin 14 September 2026, IHSG sempat anjlok 2,5% ke 6.371 karena isu reshuffle, begitu Suahasil dilantik IHSG rebound ke 6.534,69 hampir hijau.


    Pasar anggap Purbaya terlalu pro rakyat: gelontor Rp200 triliun ke Himbara, defisit dinaikkan 2,68% jadi 2,86%, lawan utang Whoosh Rp79 triliun, rebutan dividen Rp120 triliun dengan Danantara. Suahasil dinilai lebih teknokrat dan pro continuity sehingga pasar tenang.


    6 Terobosan Purbaya 8 September 2025 - 14 September 2026:


    1. Gelontor Rp200 Triliun ke Himbara (realisasi Rp112,4 triliun UMKM)

    2. Bongkar Rp234 Triliun Uang Pemda Ngendap di Deposito

    3. Tambah Transfer Daerah Rp43 Triliun

    4. Tahan PPN 12% Hanya Barang Mewah

    5. Bongkar Coretax Rp1,3 Triliun Gagal

    6. Bongkar Mafia Baja China Rp1 Triliun


    analis Moh. Saripudin, Analisis Komunikasi Politik Alumni Stisipol Candradimuka Palembang Angkatan Tahun 2013:


    "Ini tidak etis, tidak beradab, tidak berakhlak, tidak bermoral, tidak beretika, tidak negarawan. Seharusnya Prabowo mengabari, memberitahu baik-baik, dan mengucapkan terima kasih atas pengabdian pak Purbaya Yudhi Sadewa terhadap rakyat. Bukan dijatuhkan seperti sampah lewat telepon Mensesneg Prasetyo Hadi.


    Secara pasar, Purbaya tidak pro pasar modal, dia pro rakyat. Pasar takut. Tapi secara moral, ada sekelompok masyarakat di seluruh pelosok Nusantara merasa kecewa. Prabowo tidak menyadari dia dipilih rakyat, suatu saat dia pun bisa diberhentikan rakyat. Inilah penyesalan pak Prabowo dalam sejarah."


    ( Komarudin )

    Komentar

    Tampilkan