Para ibu yang tergabung dalam Paguyuban SDN Samangraya II dari kelas 1 hingga kelas 6 menunjukkan kekompakan dalam mendukung program Kolaborasi Ekonomi Sirkular Kelola Sampah di Sekolah (KOLASE).
Kekompakan tersebut terlihat saat kegiatan penimbangan sampah daur ulang hasil pengumpulan para paguyuban. Dengan antusias, para ibu-ibu paguyuban turut hadir dan terlibat langsung dalam proses penimbangan.Berbagai sampah yang masih memiliki nilai guna dikumpulkan dan dipilah sebelum ditimbang. Banyaknya sampah daur ulang yang berhasil dikumpulkan menjadi gambaran tingginya kepedulian paguyuban terhadap kebersihan lingkungan sekaligus keberlangsungan program KOLASE di sekolah.
Ketua Komite SDN Samangraya II Dwi Esty mengapresiasi kekompakan para ibu paguyuban dari kelas 1 sampai kelas 6 yang secara bersama-sama mendukung program tersebut.
Menurutnya, keterlibatan orang tua melalui paguyuban menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan. Terlebih, kebiasaan memilah dan mengumpulkan sampah tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah, tetapi juga menjadi contoh positif bagi para siswa.
“Kami sangat mengapresiasi kekompakan ibu-ibu paguyuban dari kelas 1 sampai kelas 6. Mereka sangat kompak dan antusias mengumpulkan sampah yang masih bisa didaur ulang,” ujarnya.
Ia menilai, semangat tersebut menunjukkan bahwa program pengelolaan sampah dapat berjalan dengan baik ketika mendapat dukungan bersama antara sekolah, komite, orang tua dan siswa.
“Ini bukan hanya soal sampah, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan peduli terhadap lingkungan. Anak-anak juga bisa melihat langsung bahwa sampah yang dipilah ternyata masih memiliki manfaat dan nilai,” tambahnya.
KOLASE Dorong Sekolah Kelola Sampah
Program KOLASE sendiri merupakan hasil kolaborasi antara PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), Yayasan Bakti Barito, Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Kota Cilegon.
Program tersebut dilaunching untuk batch 3 dan 4 di SMP Negeri 5 Kota Cilegon, Kamis (24/9/2026).
Pengelolaan sampah di sekolah tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sarana mempercantik sekolah dan meningkatkan kreativitas warga sekolah.
Selain mempercantik lingkungan sekolah, sampah yang telah dipilah juga dapat dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi.
Sampah-sampah itu di campur dengan sekam agar kalorinya naik dan bisa bernilai ekonomis. Pada batch 3 dan 4 ini libatkan di Kecamatan Citangkil dan Ciwandan, ada 16 sekolah.
Dalam program tersebut terdapat enam target utama sampah yang dikumpulkan, yakni tutup botol, botol plastik bersih, kaleng bersih, kardus, HVS, serta LKS atau koran.
Semangat yang ditunjukkan Paguyuban SDN Samangraya II menjadi contoh bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Dengan kekompakan sekolah, komite dan paguyuban, sampah tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi dapat dikumpulkan, dipilah, dimanfaatkan dan bahkan memiliki nilai ekonomi.
Bagi SDN Samangraya II, gerakan tersebut sekaligus menjadi langkah sederhana untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada siswa sejak dini.




%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









