Sementara itu, Direktur Perum Bulog Kantor Cabang Lhokseumawe, Muhammad Ikbal, dalam setiap pelaksanaan penyaluran bantuan pangan berharap bantuan dari pemerintah dapat meringankan beban masyarakat, terutama masyarakat yang terdampak bencana.
Ia juga memastikan beras yang disalurkan kepada masyarakat berada dalam kondisi layak konsumsi. Apabila masyarakat menemukan kekeliruan maupun persoalan dalam proses penyaluran, pihak Bulog membuka ruang pelaporan untuk segera ditindaklanjuti.
Untuk Kecamatan Peudada, Jumlah Penerima Bantuan Pangan, 5.804 Orang sedangkan alokasi beras disebut mencapai 58.040 kilogram per bulan. Sementara realisasi bantuan untuk periode Juli hingga September 2026 tercatat sebanyak 174.120 kilogram, Total Alokasi Beras 174.120 Ton.
Pantauan di lapangan pada Kamis (24/9/2026) menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi dalam menerima bantuan pangan tersebut. Masyarakat datang sesuai jadwal dan lokasi yang telah ditentukan guna memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Penyaluran berlangsung dengan tertib dan mendapat pendampingan dari koordinator lapangan yang ditunjuk perusahaan.
Bantuan pangan bukan sekadar beras yang berpindah dari tangan pemerintah kepada masyarakat. Di balik setiap kilogram yang disalurkan, terdapat harapan agar kebutuhan dasar tetap terjaga dan beban kehidupan dapat sedikit diringankan.
Sebab, bantuan yang tepat sasaran bukan hanya menghadirkan pangan di meja makan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepedulian dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa berjalan sendirian menghadapi kesulitan.
(Hendra)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









