Upaya tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang digelar di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta pihak perbankan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Malaka.
Kepala Dinas Keluarga Berencana Kabupaten Malaka, Andreas Seran, mengatakan berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, terdapat lebih dari 800 anak di Kabupaten Malaka yang masih berisiko mengalami stunting.
Menurut Andreas, data tersebut perlu terus diperbarui melalui pengecekan langsung di tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi riil masyarakat sekaligus mengantisipasi adanya keluarga atau anak yang baru masuk dalam kategori berisiko stunting.
“Mereka para camat setelah dipaparkan data stunting, mereka pulang akan melakukan crosscheck lagi ke setiap desa di wilayahnya. Untuk data riilnya di kita ada 800 lebih, dan pasti ada risiko stunting rumah tangga yang baru. Maka OPD dan para camat akan melakukan update data terbaru ke setiap desa,” ujar Andreas Seran usai kegiatan.
Andreas menjelaskan, penanganan stunting tidak dapat hanya dibebankan kepada satu instansi. Dibutuhkan keterlibatan dan kolaborasi seluruh pihak agar intervensi yang diberikan dapat menyasar keluarga dan anak yang benar-benar membutuhkan.
Karena itu, melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, pihaknya mendorong OPD, para camat, LSM hingga dunia usaha, termasuk perbankan, untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang masuk dalam sasaran program.
Ia berharap seluruh stakeholder dapat berpartisipasi aktif dalam upaya tersebut karena persoalan stunting berada di tengah-tengah masyarakat dan membutuhkan perhatian bersama.
“Semua harus berpartisipasi aktif dan menjadi orang tua asuh serta tahu apa yang harus dilakukan bagi penerima manfaat,” tegas Andreas.
Ia menambahkan, pembaruan data di tingkat desa menjadi bagian penting agar setiap bentuk intervensi yang diberikan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kabupaten Malaka berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat semakin terarah serta memberikan dampak nyata bagi anak-anak dan keluarga yang membutuhkan.
(Fabianus Bria)



%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









