MUSI RAWAS - Tumpukan sampah yang terkesan diabaikan muncul di kawasan ibu kota Kabupaten Musi Rawas, tepatnya di Muara Beliti, pusat perkantoran Pemerintah Daerah, dan tak jauh dari Masjid Agung Musi Rawas. Pantauan awak media pada hari Senin, 28 September 2026 pukul 10.21 WIB, tumpukan sampah masih terlihat menggunung dengan bau yang menyengat, bahkan menyebar hingga ke badan jalan sehingga mengganggu aktivitas warga dan keindahan kawasan rumah ibadah.
Pantauan di Lapangan
Sampah terlihat menumpuk cukup lama dan berbau menyengat, menyebar hingga menutup sebagian badan jalan. Keberadaannya sangat dekat dengan kawasan Masjid Agung Musi Rawas, memberikan pemandangan yang tidak elok serta mengganggu kenyamanan warga maupun jamaah rumah ibadah.
Pak Mat, warga setempat, mengatakan:
"Sampah nya sudah terlalu menumpuk, bau nyo menyengat jugo. Tengoklah, sampah nyo sudah nutup badan jalan. Dan ini dekat Pulo Samo, dekat masjid mas."
Peran DLH Musi Rawas Dipertanyakan
Aktivis dari Musi Rawas, Lubuk linggau dan Muratara (MLM), Alfirmansyah, yang juga Koordinator Gerakan Pemuda Pro Rakyat (GPPR11), mempertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Rawas.
Bung Firmansyah menegaskan:
"Berapa banyak mobil dum truk pengangkut sampah yang dimiliki DLH? Jam berapa saja dan berapa kali sehari beroperasi? Kenapa sampah bisa menumpuk berminggu-minggu? Apakah kendaraan tidak beroperasi, kekurangan armada, atau justru anggarannya yang kurang? Sehingga sampah di kawasan penting ini terkesan diabaikan."
Ia juga menyoroti kinerja Kabid PSLB3 DLH Musi Rawas, mengingat anggaran yang dikelola dinas tersebut terbilang besar namun masalah sampah masih dibiarkan terjadi di kawasan pusat pemerintahan itu sendiri.
( Guntur )





%20Narkotika%20Kelas%20IIA%20Muara%20Beliti%20di%20Kabupaten%20Musi%20Rawas.jpg)









