• Jelajahi

    Copyright © Metronewstv.co.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Oku

    Empat Lawang

    Sports

    Danrem 091/ASN Genjot Kemandirian Pangan Lewat Program Cetak Sawah

    Metronewstv.co.id
    Wednesday, October 7, 2026, 08:43 WIB Last Updated 2026-10-07T01:43:40Z

    SAMARINDA - Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si. , Dialog Interaktif Halo Kaltim dengan Tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur”, bertempat di Studio Pro 1 RRI Samarinda Jln. M.Yamin Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Selasa (6/10/2026).


    Dialog Interaktif Halo Kaltim Danrem 091/ASN didampingi Host dari RRI Kaltim Sdr. Riski Mutianata.


    Dalam dialog tersebut Danrem 091/ASN menegaskan bahwa pembinaan teritorial merupakan tugas utama TNI AD yang senantiasa berorientasi pada kedekatan dengan rakyat. 


    Melalui berbagai metode teritorial, TNI berupaya mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.


    Hal tersebut diungkapkan Danrem saat memaparkan peran strategis Korem 091/ASN dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di wilayah Kalimantan Timur.


    Menurutnya, sebagai wujud nyata sinergi dengan pemerintah dan masyarakat, Korem 091/ASN aktif mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) serta pendampingan intensif kepada para petani lokal.


    Dalam rangka menyukseskan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang kemandirian pangan, Korem 091/ASN saat ini tengah merampungkan program cetak sawah seluas 1.200 hektar, yang direncanakan berlanjut pada bulan November mendatang.


    Tidak berhenti di situ, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk melaksanakan cetak sawah baru seluas hampir 5.000 hektar di Kalimantan Timur. 


    Langkah ini dinilai krusial guna mengantisipasi kerentanan rantai pasok pangan dari luar pulau.


     "Jika terjadi situasi di luar Kalimantan, pastinya pasokan dari luar tidak bisa masuk," jelas Danrem  ujar Danrem. 


    Untuk itu diciptakan  berbagai opsi bagaimana kemandirian pangan bisa dipenuhi, sehingga saat terjadi pemutusan rantai pasok dari luar, Kaltim mampu untuk swasembada sendiri.


    Namun, ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia di sektor pertanian, di mana masyarakat cenderung memilih profesi sebagai operator alat berat ketimbang petani. Untuk menarik minat generasi muda, Korem 091/ASN berupaya mengubah persepsi masyarakat dengan mengenalkan pertanian modern yang melibatkan para petani milenial.


    Danrem  berpesan kepada seluruh prajuritnya agar senantiasa memberikan pengabdian terbaik dengan tulus dan ikhlas.


    “Saya pesankan kepada prajurit, kalau kita tidak bisa berbuat yang baik lebih baik diam. Jika bisa berbuat dengan baik, lakukanlah dengan tulus dan ikhlas sehingga apa yang dikerjakan betul-betul mendapat berkah,” pesannya.


    Ia juga mengajak masyarakat Kaltim untuk terus mempererat silaturahmi dan bersinergi dengan para Babinsa di lapangan demi mengatasi berbagai kesulitan di desa, demi menjaga kedaulatan negara sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat.


    (Rahman)

    Komentar

    Tampilkan